IKNPOS.ID – Upaya pencarian intensif di medan berat Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya membuahkan hasil signifikan. Tim SAR gabungan secara resmi berhasil menemukan perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) milik pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan fatal.
Alat pendeteksi radar ini sempat dikira sebagai kotak hitam (black box) oleh warga sekitar saat pertama kali ditemukan di kawasan puncak Gunung Bulu Saraung.
Seluruh objek evakuasi, termasuk perangkat pemancar sinyal darurat tersebut, kini telah dibawa ke posko utama yang berlokasi di Kecamatan Tompobulu.
Penemuan ELT ini menjadi kunci penting dalam memetakan posisi akhir pesawat sebelum menghantam daratan.
Dari Mesin hingga Kursi Pilot
Selain mengamankan ELT, petugas di lapangan juga menemukan berbagai puing pesawat yang tersebar di titik jatuhnya armada tersebut.
Kondisi fisik pesawat dilaporkan hancur menjadi beberapa bagian besar akibat benturan keras di area pegunungan.
Tim penyisir yang bergerak ke sisi selatan melaporkan penemuan bagian-bagian krusial mulai dari sistem penggerak hingga area kokpit.
“Yang kami temukan yang melakukan penyisiran di arah selatan pertama adalah mesin pesawat. Terus badan pesawat ya. Kepalanya yang sudah hancur. Namun masih sebagian utuh. Kursi pesawat ada delapan. Dua untuk kursi pilot,” ungkap anggota tim SAR Polda Sulsel, AKP Syarifuddin Mado.
Kini, tim fokus mengumpulkan total delapan kursi penumpang yang ditemukan, termasuk dua kursi utama milik pilot.
Meski bagian depan atau “kepala” pesawat ditemukan dalam kondisi rusak parah, sisa-sisa material ini akan menjadi bahan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat nahas tersebut di wilayah Sulawesi Selatan.







