Home News Dari Sampah Menjadi Listrik: Mengenal Inovasi Waste to Energy di IKN
News

Dari Sampah Menjadi Listrik: Mengenal Inovasi Waste to Energy di IKN

Share
TPST di IKN, Image: Farah / Humas OIKN.jpg
Share

IKNPOS.ID – Pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy kini menjadi sorotan penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan kapasitas TPST 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang mampu menampung hingga 74 ton limbah rumah tangga per hari, IKN menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi inovatif.

Sistem ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan kota dan penduduknya.

Teknologi Pengolahan Sampah Termal di TPST IKN

TPST 1 IKN dirancang sebagai fasilitas terpadu yang menggabungkan pemilahan, pengurangan kadar air, serta pengolahan termal. Proses termal merupakan metode pengubahan sampah menjadi energi melalui pembakaran atau pirolisis yang menghasilkan panas, kemudian diubah menjadi listrik melalui turbin uap atau generator.

Manajer PT Bina Karya, Harun, menjelaskan bahwa kapasitas desain TPST ini memungkinkan pengolahan sampah hingga 2 x 30 ton per hari, yang dapat disesuaikan seiring pertumbuhan populasi di IKN.

Teknologi termal ini memiliki keuntungan berupa efisiensi konversi energi yang cukup tinggi dibanding metode tradisional. Berdasarkan penelitian internasional, rata-rata 1 ton sampah domestik dapat menghasilkan antara 500 hingga 700 kWh listrik tergantung pada komposisi sampah dan kelembapan. Dengan kapasitas 74 ton per hari, TPST IKN berpotensi menghasilkan sekitar 37.000 hingga 51.800 kWh listrik setiap hari, cukup untuk mendukung fasilitas publik dan penerangan sebagian kawasan IKN.

Dampak Lingkungan dan Keberlanjutan

Pengoperasian TPST 1 tidak hanya memproduksi energi, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional. Sampah yang dikelola secara termal menghasilkan residu yang lebih sedikit dan lebih aman bagi lingkungan. Selain itu, sistem ini dilengkapi pemantauan kualitas udara dan pengendalian emisi, sehingga risiko polusi dapat diminimalkan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global di kota-kota besar yang memanfaatkan teknologi waste to energy untuk mengurangi jejak karbon. Sebagai perbandingan, kota-kota seperti Singapura dan Tokyo telah menerapkan sistem serupa dengan keberhasilan signifikan dalam pengurangan sampah dan suplai energi.

Share
Related Articles
News

Kepala OIKN Tegaskan Ibu Kota Nusantara Berjiwa Keagamaan

IKNPOS.ID - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa...

News

Nahdlatul Ulama Peringati Harlah Satu Abad di Ibu Kota Nusantara

IKNPOS.ID - Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri peringatan Hari Lahir ke-100...

News

Ketua Komisi VI DPR RI Soroti Progres Pembangunan IKN

IKNPOS.ID - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menegaskan dukungannya terhadap...

News

Otorita IKN Dorong Investasi Jepang Lewat Dialog Terbuka Bersama JETRO

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) baru-baru ini menggelar dialog terbuka...