IKNPOS.ID – Perjalanan Mesir di Piala Afrika kembali berakhir tanpa gelar, dan Mohamed Salah sekali lagi berada di pusat kekecewaan itu. Kekalahan pada fase krusial memperpanjang penantian panjang Salah untuk mengangkat trofi bersama negaranya. Meski kontribusinya di lapangan tetap besar, hasil akhir turnamen tidak berubah: Mesir gagal melangkah hingga puncak.
Salah mencetak empat gol sepanjang turnamen dan memikul peran utama dalam membawa Mesir hingga semifinal. Namun, performa individu tersebut tidak cukup untuk menghapus kenyataan pahit bahwa Piala Afrika terus menjadi mimpi yang belum terwujud. Usai laga penentuan, tidak ada ekspresi emosional berlebihan. Hanya senyum tipis yang mencerminkan kekecewaan sekaligus penerimaan atas hasil yang kembali tidak berpihak.
Kembali ke Anfield dengan Banyak Pertanyaan
Setelah Piala Afrika, perhatian segera beralih ke Liverpool. Anfield menanti, tetapi situasinya tidak lagi sederhana. Ketidakpastian masa depan Mohamed Salah di klub menjadi topik yang terus mengemuka, terutama setelah absennya ia bertepatan dengan periode Liverpool yang tetap mampu menjaga hasil positif.
Selama Salah membela tim nasional, Liverpool tidak menelan kekalahan. Namun, performa tim memunculkan perdebatan tersendiri. Di satu sisi, hasil tetap terjaga. Di sisi lain, permainan kerap dianggap tidak meyakinkan. Kondisi ini menempatkan Salah dalam posisi yang rumit ketika kembali ke skuad utama.
Hubungan dengan Pelatih dan Persaingan Internal
Ketegangan yang sempat muncul antara Salah dan pelatih kepala sebelumnya belum sepenuhnya hilang dari ingatan publik. Meski situasi internal klub berusaha meredam isu tersebut, fakta bahwa Salah sempat kehilangan tempat utama tetap menjadi catatan penting. Ia kembali ke tim, mendapat sambutan hangat dari suporter, dan menunjukkan profesionalisme, tetapi tanda tanya soal perannya ke depan belum sepenuhnya terjawab.
Dengan sejumlah pemain kunci mengalami cedera, Liverpool membutuhkan pengalaman dan ketajaman Salah. Namun, persaingan posisi tetap terbuka. Salah harus kembali membuktikan dirinya di lapangan, bukan hanya sebagai ikon klub, tetapi sebagai pemain yang pantas berada di starting eleven.







