IKNPOS.ID – Memasuki hari keempat operasi kemanusiaan di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, tim evakuasi terus berjuang melawan waktu dan cuaca ekstrem.
Hingga Selasa malam, 2 Januari 2026, Tim SAR Gabungan melaporkan progres signifikan namun memilukan dengan total temuan mencapai 48 bodypack yang telah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor.
Meskipun puluhan kantong jenazah telah dibawa ke tim identifikasi, kecemasan belum berakhir.
Hingga pukul 18.07 WIB, tercatat masih ada 32 orang yang dinyatakan hilang dan diduga kuat masih tertimbun di bawah jutaan kubik tanah.
Fokus pencarian kini menjadi perlombaan antara harapan keluarga dan kondisi alam yang tidak menentu di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
“Sampai dengan sore ini, total temuan dari hari pertama hingga sekarang berjumlah 48 bodypack yang seluruhnya telah kami serahkan kepada Tim DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.
155 Jiwa Terdampak Bencana
Seiring dengan proses validasi di lapangan, data warga yang terdampak bencana di Desa Pasirlangu mengalami perubahan drastis.
Berdasarkan informasi terbaru dari PIC penanganan bencana, jumlah total warga yang terdampak kini mencapai 155 jiwa.
Angka ini memberikan gambaran betapa masifnya skala kerusakan yang terjadi. Dari total tersebut, rinciannya adalah sebagai berikut:
- 75 Jiwa: Berhasil menyelamatkan diri atau ditemukan dalam kondisi selamat.
- 80 Jiwa: Sempat dilaporkan hilang di awal kejadian (sebagian besar sudah ditemukan dalam bentuk bodypack).
- 32 Jiwa: Masih dalam status pencarian aktif oleh tim gabungan.
Lantaran kondisi pencahayaan yang minim dan faktor keamanan personel, operasi dihentikan sementara pada Selasa malam dan dijadwalkan kembali bergerak pada esok pagi pukul 07.30 WIB.
Perluasan Sektor dan Tantangan Cuaca Ekstrem
Proses evakuasi pada hari keempat tidak berjalan mulus. Hujan dengan intensitas sedang sempat mengguyur wilayah Cisarua sejak pagi hari, yang memaksa tim untuk ekstra waspada terhadap potensi longsor susulan. Tanah yang jenuh air membuat medan pencarian menjadi sangat labil dan berbahaya bagi alat berat maupun personel manual.