Jokowi dan MBS Bahas Investasi hingga IKN
Lebih jauh, Dito juga mengungkap bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi justru lebih banyak membahas kerja sama investasi strategis, termasuk peluang investasi Arab Saudi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Waktu itu pas makan siang. Dibahas apa saja yang bisa dibantu. Saya ingat ada investasi, ada juga soal IKN. Memang ke Arab Saudi itu, topik haji pasti ada di benak masyarakat, tapi tidak spesifik dibahas soal kuota,” terang Dito.
Ia menggambarkan MBS sebagai sosok yang sangat antusias menanggapi berbagai tawaran kerja sama yang disampaikan Presiden Jokowi.
“Secara garis besar, Raja saat itu mood-nya sangat baik dan happy atas diplomasi Bapak Jokowi. Banyak yang dibahas, tidak hanya haji, tapi juga investasi dan IKN,” lanjutnya.
Dito Diperiksa untuk Kasus Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas
Sebagai informasi, pemeriksaan Dito Ariotedjo dilakukan dalam rangka pengusutan kasus dugaan korupsi kuota tambahan haji 2024, dengan tersangka mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Kasus ini bermula dari polemik pembagian kuota haji tambahan sebanyak 20.000 yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia pada penyelenggaraan haji 2024.
Sesuai Undang-Undang, pembagian kuota seharusnya terdiri dari:
-
92 persen untuk haji reguler
-
8 persen untuk haji khusus
Namun, dalam praktiknya, Kementerian Agama melakukan diskresi dengan membagi kuota tambahan tersebut menjadi 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus, atau 50:50.
Kebijakan inilah yang kemudian menjadi sorotan dan berujung pada penyelidikan KPK.