Giliran saya yg terdiam. Mengingat2 apa yg dia ucapkan dulu. Dia benar. Dia tidak pernah menjanjikan. Dia memang memberi harapan. Namun kondisi yg berjalan kemudian tidak menjadikan harapan itu jadi kenyataan. Tapi tidak bisa dipungkiri. Saya kecewa. Saya marah.
Kadang, ada hal2 tidak berhubungan yg menyisakan penyesalan yg sama di kemudian hari. Di satu waktu, diruangan yg kecil. Sunyi sepi. Betapa sok sucinya saat itu. Tidak berusaha menjamahnya. Atau bahkan mencoblosnya. Berpuluh tahun kemudian mengalami sebuah situasi yg lain. Diruangan yg kecil juga. Tapi ramai. Malah memilih mencoblos Prabowo Gibran.
Johan
Kemarin membaca sekilas komentar atau polemik yg membahas Gibran “menjanjikan” 19 jt lapangan pekerjaan. Itu sebuah janji atau bukan?
Saya ingat ke masa muda dulu. Waktu itu pernah akrab dgn seorang sahabat wanita. Seiring waktu berjalan muncul keinginan untuk menjalin hubungan yg lebih dari sekedar sahabat dengannya.
“San, kita sudah lama berteman. Belakangan ini kusadari aku memiliki perasaan khusus terhadapmu. Bersediakah kamu menerima aku menjadi pacarmu?” Demikian curhat saya.
Dia lama terdiam. Akhirnya dengan menghela napas dia mengatakan, “Kita jalani dulu ya. Jika aku merasa nyaman dan kamu bisa memegang kepercayaan aku. Jadi istrimu kelak pun aku bersedia.”
Mendengar jawaban seperti itu hati saya berbunga-bunga. Jadi istri pun dia bersedia, apalagi jadi pacar?
Suatu hari setengah tahun kemudian. Saya mengetahui, si dia memiliki cowok gandengan yg lain. Hati ini panas. Tidak terima, saya mendatangi dia.
“San! Mengapa kamu begitu? Sudah lupakah kamu dgn janjimu dulu. Apa salahku?!”
Em Ha
Listyo Sigit Prabowo : “Meletakkan POLRI di bawah kementdrian sama saja melemahkan institusi POLRI melemahkan negara dan melemahkan presiden”.
Listyo Sigit Prabowo : “..Saya menolak polisi di bawah kementrian”.
Listyo Sigit Prabowo : “..dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja”.
Sebagai petani, saya sangat senang dengan statemen Kapolri. Rapat di Komisi III DPR RI mengisaratkan suatu hal.







