Suatu hil yang mustahal !!
Ambil contoh : Kesusastraan di Indonesia, misalnya Angkatan 45…..
Apakah mungkin sudah ada pembicaraan mengenai Karya Sastra Angkatan 45 sebelum tahun-tahun 1945 ??
Lha wong, karya sastra-nya saja belum ditulis koq !!
Juve Zhang
Maklonn sudah lama iPhone maklon ke Terry Gouw…..Nike Adidas Puma dll maklon ke Perusahaan di Indonesia kadang milik Korea tapi upah murah di Indonesia…..hanya hebat nya semua sepatu salah jahitan atau salah Potong dikit tak boleh dijual harus dihancurkan oleh mesin…..gak bisa dipake pegawai….wkwkw…bahkan Bayi pun bisa maklon….pasangan Gay jepang anaknya banyak semua maklon ke berbagai negara shopping anak bayi….maklon sudah menjamur apapun asal ada Uang bisa maklon…..manusia pun sudah di maklon….wkwkw.
yea aina
Sembari makan siang di pendapa kabupaten Sidoarjo, rombongan DEB, menyimak cerita Pak Mukhlis. Juragan pentol darjo.
Produksi pentolnya sudah mencapai ton-tonan tiap hari. Mungkin jangkauan penjualannya bukan hanya Sidoarjo saja. Karena Sidoarjo masuk aglomerasi Gerbangkertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Kawasan metropolitan kedua terbesar setelah Jabodetabek.
Kawasan “pasar” yang sangat besar. Padat penduduk, industri dan perkantorannya.
Kok jadi ingat cah darjo siji kae. Kepala suku perusuh, tapi mengaku sebagai perusuh magang. Leong Pentol ups… Putu. Sama-sama tinggal di darjo, kalau Pak Mukhlis pentolnya ribuan bahkan jutaan per hari. Tapi cah darjo kae pentolnya, anda sudah tahu.
Ada berapa?
pak tani
Pengusaha pentol pasti berjiwa besar.
Karena kalau kecil usaha pentil ( sepeda )
Johan
Dia kembali terdiam. Menghela napas lagi. Bisiknya, “An. Belakangan ini, sudahkah kamu membuatku nyaman? Adakah kamu memegang kepercayaan yg aku berikan? Kamu kira aku tak tau? Kamu sering kumpul dgn teman2 kerjamu di klub malam? Kamu jarang mencariku. Jarang memberikan kabar. Lagipula, kapan aku pernah berjanji? Kamu ingat kan apa yg aku ucapkan dulu? Adakah aku berjanji? Dan, sekarang aku menemukan orang yg membuatku nyaman dan bisa ku percaya. Salah kah aku menjadikan dia sebagai sandaranku?”







