Tantangan Global dan Strategi Adaptasi
Meski demikian, BI Kaltim tetap mewaspadai tantangan dari sisi eksternal. Penurunan permintaan batu bara global, khususnya dari Tiongkok yang diproyeksikan turun sekitar 1,49 persen (yoy), serta perlambatan ekonomi global menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Penyesuaian anggaran pembangunan juga menjadi perhatian, sehingga diperlukan model baru dalam pengembangan ekonomi daerah, termasuk penguatan hilirisasi, pengembangan pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Kesimpulan
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur, penguatan sektor industri, investasi swasta, dan strategi adaptasi terhadap tantangan global, Bank Indonesia yakin bahwa proyek IKN dapat menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Kaltim. Optimisme ini didasarkan pada fondasi ekonomi lokal yang kuat dan momentum positif dari aktivitas industri yang terus meningkat.







