IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali memicu adrenalin publik! Otorita IKN bersiap menggelar hajatan besar pada Jumat (30/1/2026) yang akan mengubah wajah masa depan Kalimantan Timur. Agenda utamanya tidak main-main: pengumuman pemenang Sayembara Desain Bangunan Pusat Kebudayaan IKN sekaligus peluncuran buku resmi yang mendokumentasikan perjalanan epik Pembangunan IKN Tahap I.
Acara yang berlokasi di Multifunction Hall Gedung Kemenko 3 ini menjadi sinyal kuat bagi para investor dan masyarakat bahwa megaproyek ini terus berlari kencang. Jika kamu penasaran bagaimana rupa jantung budaya IKN nanti, besok adalah momen penentuannya. Visualisasi karya finalis akan dipamerkan langsung di hadapan para ahli dan pejabat tinggi negara!
Dua Buku ‘Sakti’ Ungkap Rahasia Pembangunan IKN Tahap I
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dijadwalkan meluncurkan dua literatur penting yang merangkum keringat dan visi di balik kota masa depan ini. Buku pertama berjudul Mengukir Kota Masa Depan karya duet Wicaksono Sarosa dan Sarwo Handayani, sedangkan buku kedua, Membangun Kota Masa Depan, disusun langsung oleh tim internal Otorita IKN.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin G. Sukahar, menegaskan bahwa buku-buku ini bukan sekadar dokumentasi biasa. Ini adalah bukti sahih akuntabilitas pembangunan kepada publik dan dunia internasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, standar teknis yang jelas, dan visi besar tentang pembangunan berkelanjutan,” ujar Aswin G. Sukahar dengan optimis.
Pusat Kebudayaan IKN: Siapa Arsitek Hebat di Baliknya?
Sayembara desain ini bukan hanya soal estetika, tapi soal identitas bangsa. Setelah melalui proses kurasi yang ketat, Otorita IKN akan mengumumkan siapa pemenang yang berhak membawa pulang hadiah besar sekaligus mengukir sejarah di IKN. Penyerahan penghargaan ini akan dilakukan langsung oleh “Pak Bas” Basuki Hadimuljono bersama Ketua Tim Juri, G. Budi Yulianto.
Tak hanya urusan teknis konstruksi, Otorita IKN juga menggandeng seniman kondang Butet Kartaredjasa dalam sesi Dialog Kebudayaan. Langkah ini bertujuan agar IKN tidak hanya menjadi hutan beton, tetapi memiliki jiwa dan nilai budaya yang kuat bagi seluruh warga Indonesia.
Diskusi Panel Tingkat Tinggi Bersama Pakar ITB
Membuktikan keseriusan dalam standar teknis, acara ini juga menghadirkan panel ahli berkelas. Mulai dari pengamat perkotaan Yayat Supriyatna hingga akademisi top dari Institut Teknologi Bandung (ITB) seperti Prof. Reini Wirahadikusumah dan Prof. Muhamad Abduh akan menguliti strategi konstruksi IKN ke depan.






