IKNPOS.ID – Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, membuahkan temuan barang pribadi milik kru pesawat. Tim SAR gabungan berhasil menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan di sekitar titik jatuh bangkai pesawat pada Selasa 20 Januari 2026.
Meskipun ponsel tersebut telah ditemukan, tim Basarnas memberikan klarifikasi terkait kondisi di lokasi penemuan. Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, menegaskan bahwa personel yang turun ke dasar tebing tidak mendengar adanya suara permintaan tolong atau tanda-tanda pergerakan manusia di area tersebut.
“Tim kami yang menuruni tebing berjumlah 10 orang. Saat menemukan barang ini (ponsel), mereka sama sekali tidak mendengar suara minta tolong atau aktivitas lainnya,” ujar Arman saat memberikan keterangan di posko evakuasi.
Misteri Aktivitas Smartwatch Korban
Penemuan ponsel ini menjadi perhatian setelah pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan, mengklaim adanya aktivitas yang terekam pada smartwatch milik Farhan. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan keluarga, perangkat tersebut mencatat pergerakan hingga 13.647 langkah pada Minggu malam 18 Januari 2026, atau sehari setelah pesawat dinyatakan hilang kontak.
Menanggapi hal tersebut, Arman mengakui adanya data pergerakan yang terekam dalam perangkat yang terhubung. Namun, pihak Basarnas belum bisa menyimpulkan apakah data tersebut merupakan tanda kehidupan atau pengaruh teknis lainnya pada perangkat pasca-benturan.
“Kami melihat memang ada pergerakan pada data tersebut, tetapi kami belum bisa memastikan apakah itu benar-benar tanda kehidupan atau bukan. Hal itu memerlukan pemeriksaan lebih mendalam,” jelas Arman.
Ponsel Diserahkan ke Polda Sulsel
Untuk mendalami isi dan data di dalam ponsel tersebut, Basarnas telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ponsel milik Kopilot Farhan yang sebelumnya sempat diserahkan kepada pihak keluarga (pacar korban), kini telah berada di tangan Polda Sulawesi Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.







