IKNPOS.ID – Juara bertahan Barcelona berhasil mengamankan langkah di ajang Copa del Rey. Sehari setelah rival abadi mereka, Real Madrid, terjungkal secara mengejutkan, Blaugrana sukses menumbangkan pemuncak klasemen divisi dua, Racing Santander, dengan skor 2-0 pada Jumat 16 Januari 2026 dini hari WIB.
Kemenangan di Estadio El Sardinero ini memastikan skuad asuhan Hansi Flick melaju ke babak perempat final. Hasil positif ini sangat kontras dengan nasib Real Madrid yang harus tersingkir lebih awal setelah menyerah 2-3 dari Albacete pada laga perdana pelatih Alvaro Arbeloa.
Jalannya Pertandingan: Ujian Berat di El Sardinero
Laga sempat tertunda selama 15 menit karena masalah akses penonton masuk ke stadion. Menariknya, sebelum sepak mula, para pemain Racing memberikan penghormatan berupa guard of honor kepada Barcelona yang merupakan juara bertahan Piala Super Spanyol.
Dalam laga ini, Hansi Flick memarkir beberapa pemain kunci seperti Robert Lewandowski, Raphinha, dan Pedri di bangku cadangan. Tanpa sejumlah bintang utama di babak pertama, Barcelona sempat kesulitan menembus lini belakang tuan rumah yang tampil disiplin.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-66 melalui kaki Ferran Torres. Berawal dari serangan balik cepat, Torres menerima umpan matang dari Fermin Lopez, mengecoh penjaga gawang, lalu menceploskan bola ke gawang yang sudah melongo.
Drama VAR dan Aksi Gemilang Joan Garcia
Racing Santander sebenarnya memberikan perlawanan yang luar biasa. Tim kasta kedua ini sempat menyarangkan dua gol ke jaring Barcelona, namun keduanya dianulir oleh wasit karena posisi offside pada menit ke-77 dan 86.
Ketegangan mencapai puncaknya di masa tambahan waktu. Racing nyaris menyamakan kedudukan melalui situasi satu lawan satu, namun kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan penyelamatan krusial saat mementahkan tendangan Manex Lozano.
“Kami sangat bersyukur memiliki Joan di bawah mistar,” puji Ferran Torres setelah pertandingan. “Tim-tim ini sangat terorganisir dan memiliki pemain berkualitas tinggi, itulah alasan mengapa tim kasta utama selalu kesulitan di sini.”







