Catatan Dahlan Iskan

Anomali Iran

Share
Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet.
Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet.
Share

“Hahaha … tidak tahu. Mungkin saya paling terkenal karena aktif di medsos. Juga karena sering menulis artikel,” jawabnya.

“Kapan terakhir ke Iran?”

“Setelah Covid. Tahun 2023”.

“Kapan ke Iran lagi?”

“Pertengahan bulan depan. Kalau jadi,” katanya.

“Tidak takut keadaan yang sedang panas?”

“Pertengahan Februari mungkin sudah reda”.

“Bukan justru lebih panas?”

“Amerika tidak akan menyerang Iran”.

“Kok begitu yakin?”

“Sekutu-sekutu Amerika sendiri kan sudah minta jangan menyerang Iran. Misalnya Arab Saudi, Qatar, sampai Oman”.

Maksudnya: mereka khawatir serangan ke Iran akan membuat timur tengah dalam keadaan perang. Negara-negara itu akan terimbas langsung.

“Bukankah ekonomi Iran memburuk dan mata uangnya hancur?”

“Hancur itu kan kalau pakai dolar. Di sana tidak pakai dolar,” ujar Muhsin.

“Tiga bulan lalu saya ke Lebanon. Hisbullah sudah sangat lemah di sana”.

“Dukungan untuk Iran yang terbesar sekarang ini justru datang dari Iraq,” jawabnya. “Membahas Iran tidak bisa pakai ukuran hegemoni global. Dalam politik internasional Iran itu anomali,” katanya.

“Kalau Anda ke Iran lagi saya boleh ikut?”

“Terbalik,” jawabnya. “Pak Dahlan yang ke Iran dan saya yang ikut“. (Dahlan Iskan)

 

Share
Related Articles
Kumpul Optimis
Catatan Dahlan Iskan

Kumpul Optimis

Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah...

Stres Debanking
Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Debanking. Unbanked. Itu dua hal yang berbeda. Yang lagi digugat Donald Trump...

Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus --tanpa keriput. Ia...

Catatan Dahlan Iskan

Belah Tiga

PERKEMBANGAN terbaru: minyak goreng canola membunuh zaitun. Akhirnya ada pejabat Amerika yang...