Home News Anomali Cuaca! Saat Pesisir Siaga Banjir Rob, Tiga Wilayah Ini Justru Dilanda Hari Tanpa Hujan Ekstrem
News

Anomali Cuaca! Saat Pesisir Siaga Banjir Rob, Tiga Wilayah Ini Justru Dilanda Hari Tanpa Hujan Ekstrem

Share
Monitoring hari tanpa hujan BMKG
BMKG melaporkan anomali cuaca di Indonesia. Di tengah ancaman banjir rob pesisir, wilayah Parigi Moutong hingga Selayar justru mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 20 hari.Foto:Kolase Unsplash
Share

IKNPOS.ID – Kondisi cuaca di wilayah Indonesia menunjukkan kontras yang cukup ekstrem pada awal tahun 2026 ini. Berdasarkan data monitoring terbaru dari Deputi Bidang Klimatologi BMKG per 10 Januari 2026, saat sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki puncak musim hujan, terdapat sejumlah daerah yang justru mengalami deret Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori sangat panjang.

Berdasarkan analisis perkembangan musim, sebanyak 81,1 persen wilayah di Indonesia sebenarnya sudah mengalami musim hujan. Namun, data dari 4.447 pos pengamatan hujan menunjukkan bahwa tidak semua wilayah mendapatkan guyuran air yang merata. Tercatat ada tiga lokasi di wilayah Sulawesi yang kini menyandang status “Panjang” dalam deret hari kering karena tidak mengalami hujan selama lebih dari tiga pekan.

Wilayah Parigi Moutong di Sulawesi Tengah menempati urutan pertama dengan catatan 22 hari tanpa hujan. Kondisi serupa terjadi di Sulawesi Selatan, tepatnya di Jeneponto dan Selayar, yang keduanya sudah tidak diguyur hujan selama 21 hari berturut-turut. Fenomena ini menjadi alarm waspada terhadap potensi kekeringan pertanian, kelangkaan air bersih, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah-wilayah tersebut.

Di saat yang sama, BMKG juga masih mengeluarkan peringatan waspada terkait potensi banjir pesisir (rob) yang dipicu oleh fenomena fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 mendatang. Banjir rob ini diprediksi mengancam banyak wilayah pesisir Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Barat dalam periode hingga 5 Februari 2026.

Kontras cuaca ini menuntut masyarakat untuk tetap siaga terhadap dampak pasang maksimum air laut di wilayah pesisir, sembari waspada terhadap kekeringan di wilayah yang minim curah hujan. BMKG mengimbau warga di daerah kurang hujan untuk mulai menghemat penggunaan air dan memperhatikan pembaruan informasi cuaca serta iklim guna mengantisipasi perubahan situasi yang mendadak.

 

Share
Related Articles
Korban tewas akibat tersengat listrik saat banjir di Jakarta Utara
News

Banjir Maut di Ibu Kota Jakarta: 3 Warga Tewas Tersengat Listrik, Termasuk Pasutri

IKNPOS.ID - Banjir maut terjadi di Ibu Kota Jakarta. Banjir yang melanda...

Presiden Prabowo di IKN
News

Ini Pesan Politik Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN

IKNPOS.ID - Kunjungan perdana Presiden RI Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara...

KPK geledah Kantor DJP Kemenkeu
News

Dugaan Korupsi Pajak Tambang: KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak Usai OTT Miliaran Rupiah

IKNPOS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak...

News

Kebakaran Hutan Patagonia Hanguskan hingga 21.000 Hektare, Ribuan Warga Dievakuasi

IKNPOS.ID - Kebakaran hutan berskala besar kembali melanda wilayah Patagonia di Argentina...