Sebenarnya Brahmana sudah bisa menggunakan robot untuk operasi kandungan. Pernah pakai merek lain. Tapi karena Waron akan membelikannya EDGE ia harus dilatih. “Ibaratnya kami ini sudah jadi pilot pesawat Boeing. Ketika akan menjalankan pesawat lain harus dilatih lagi,” gurau Brahmana.
Pulang dari Beijing Brahmana menulis artikel untuk grup ahli kandungan. Ia ceritakan pengalamannya mengoperasikan robot made in China itu. “Sudah tidak kalah dengan bikinan Amerika,” katanya. “Padahal harganya hanya sepertiganya”, tambahnya.
Kalau Brahmana dibelikan robot, Dr dr Fransiscus Hari Prasetyadi dibelikan USG merek GE edisi terbaru, tipe Voluson Expert 22 BT 25. Sudah ada satu dua RS yang punya tipe serupa tapi bukan edisi terakhir.
Salah satu pertanda butiknya rumah sakit Waron adalah kamarnya: ada kamar di atas VVIP. Yakni kamar penthouse. Enam kamar. Juga ada penthouse untuk bayi yang baru lahir. Di penthouse dilakukan bayi rawat gabung. Bayi yang baru lahir dirawat di dalam kamar ibunya. Digabung dengan yang melahirkan.
Robotnya tidak hanya robot operasi, tapi juga robot farmasi. Masih ditambah robot-robot pelayanan. Pasien baru misalnya diantar ke kamar oleh robot.
ICU untuk bayinya –NICU- juga istimewa: 16 Nicu.
Saya tidak menyangka di Jalan Kali Waron berdiri rumah sakit butik. Yang dilakukan Amang di RS Waron adalah cara baru dokter Indonesia berbisnis. (DAHLAN ISKAN)







