Fokus pada Keberlanjutan Lingkungan sebagai Respons Krisis Iklim
Aspek keberlanjutan lingkungan menjadi alasan lain mengapa IKN menarik perhatian internasional. Dalam pernyataannya, Prof. Thomas C. Hilde dari University of Maryland menyebut IKN sebagai “proyek ambisius yang luar biasa” dan menilai bahwa ambisi tersebut diperlukan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap perubahan iklim yang dampaknya sangat dirasakan oleh negara berkembang.
UN-Habitat dalam berbagai publikasinya menekankan bahwa kota masa depan harus mampu menekan emisi karbon, melindungi ekosistem, dan menyediakan ruang hidup yang sehat. IKN dirancang dengan konsep kota hijau, pengelolaan ruang terbuka, serta pembangunan infrastruktur yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana kota baru di negara berkembang dapat langsung mengadopsi standar lingkungan global tanpa harus melalui fase degradasi yang panjang.
Dimensi Sosial dan Inklusivitas dalam Pembangunan Kota
Selain lingkungan, dimensi sosial turut menjadi perhatian dalam pembangunan IKN. Tingginya antusiasme masyarakat, yang tercermin dari lebih dari 300 ribu kunjungan selama periode Natal dan Tahun Baru, menunjukkan adanya keterlibatan publik yang kuat. Partisipasi masyarakat merupakan elemen penting bagi legitimasi sosial pembangunan kota, terutama di negara berkembang yang sering menghadapi resistensi akibat proyek berskala besar.
Pendekatan inklusif ini sejalan dengan kajian UN-Habitat yang menekankan bahwa kota berkelanjutan harus mampu mengakomodasi keberagaman sosial, menyediakan akses layanan dasar, serta menciptakan rasa memiliki bagi warganya. IKN diproyeksikan tidak hanya sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang merepresentasikan nilai kebangsaan dan keberagaman.
IKN sebagai Referensi Global bagi Negara Berkembang
Kombinasi antara perencanaan matang, tata kelola modern, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas sosial menjadikan IKN relevan sebagai model kota masa depan bagi negara berkembang. Kunjungan akademik internasional memperkuat posisi Nusantara sebagai laboratorium global bagi praktik pembangunan kota.
Dalam perspektif ilmu pengetahuan modern, kota yang dirancang dengan pendekatan sistemik memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi tantangan abad ke-21, mulai dari urbanisasi cepat hingga krisis iklim. IKN menghadirkan contoh konkret bagaimana negara berkembang dapat melompat langsung ke praktik terbaik global tanpa harus mengulang kesalahan pembangunan kota konvensional.