IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin sering diposisikan sebagai contoh kota masa depan yang relevan bagi negara berkembang. Pandangan ini tidak muncul semata karena skala proyeknya, melainkan karena pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan tata kelola modern, keberlanjutan lingkungan, serta dimensi sosial dan ekonomi secara bersamaan. Kunjungan akademik dari School of Public Policy, University of Maryland, ke Kantor Otorita IKN memperkuat persepsi tersebut, sekaligus menempatkan Nusantara dalam diskursus global mengenai masa depan kota.
Dalam konteks global, negara berkembang menghadapi tantangan urbanisasi cepat, ketimpangan infrastruktur, tekanan lingkungan, serta keterbatasan tata kelola. IKN menawarkan pendekatan berbeda karena sejak awal dirancang bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi praktik pembangunan kota berkelanjutan.
Pendekatan Perencanaan Sejak Awal sebagai Fondasi Utama
Salah satu alasan utama IKN dipandang sebagai model kota masa depan terletak pada perencanaan yang dilakukan sejak tahap awal. Berbeda dengan banyak kota di negara berkembang yang tumbuh secara organik tanpa perencanaan terpadu, IKN dibangun dengan visi jangka panjang yang jelas. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa pembangunan Nusantara mencakup strategi pemindahan ibu kota, pengembangan infrastruktur dasar, hingga penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara terintegrasi.
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan lembaga internasional seperti World Bank yang menekankan pentingnya perencanaan kota sejak dini untuk menghindari beban biaya sosial dan lingkungan di masa depan. Dalam laporan tentang pembangunan perkotaan, World Bank menyebut bahwa kota yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh inklusif dan tahan terhadap krisis iklim.
Integrasi Tata Kelola Modern dan Kebijakan Publik
IKN juga dipandang relevan bagi negara berkembang karena menempatkan tata kelola modern sebagai elemen kunci. Diskusi antara Otorita IKN dan akademisi University of Maryland menyoroti bagaimana kebijakan publik, perencanaan kota, dan pengambilan keputusan berbasis data dapat berjalan selaras.
Basuki menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap pemindahan ibu kota bersifat konsisten dan berkelanjutan. Ia menyatakan, “Komitmen Presiden Prabowo untuk memindahkan Ibu Kota ke Nusantara sudah sangat jelas dan disampaikan di berbagai forum internasional, termasuk G20.” Pernyataan ini menunjukkan kesinambungan kebijakan, sebuah faktor penting yang sering menjadi tantangan di negara berkembang akibat perubahan politik dan prioritas jangka pendek.
OECD dalam kajian mengenai urban governance menekankan bahwa konsistensi kebijakan dan koordinasi lintas sektor merupakan prasyarat utama keberhasilan pembangunan kota baru. IKN, melalui Otorita khusus, mencoba menjawab tantangan tersebut dengan struktur kelembagaan yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan jangka panjang.