IKNPOS.ID – Akses air bersih di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih tergolong rendah. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka (Perumda AMDT) mencatat, hingga awal 2026 baru sekitar 22 persen warga Sepaku yang telah menikmati layanan air bersih perpipaan.
Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid mengungkapkan, dari total 15 kelurahan dan desa di Kecamatan Sepaku, baru empat wilayah yang terlayani jaringan air bersih. Sementara 11 kelurahan/desa lainnya masih belum terjangkau layanan akibat keterbatasan jaringan pipa distribusi serta kapasitas produksi air bersih.
Selama ini, pasokan air bersih di Sepaku hanya mengandalkan Water Treatment Plant (WTP) Unit Sepaku yang berlokasi di Desa Tengin Baru dengan kapasitas produksi 30 liter per detik. Kapasitas tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang kini menjadi bagian dari kawasan inti pengembangan IKN.
“Cakupan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku baru mencapai 22 persen. Masih ada 11 kelurahan dan desa yang belum terlayani,” ujar Abdul Rasyid, Rabu (28/1/2026).
Kabar baiknya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membangun WTP baru berkapasitas 50 liter per detik di Kecamatan Sepaku pada 2024. Pengelolaan fasilitas tersebut resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten PPU pada Juli 2025 oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Wilayah Kalimantan Timur.
WTP baru ini diproyeksikan mampu melayani hingga 5.000 sambungan rumah tangga (SR), sehingga diharapkan dapat meningkatkan secara signifikan cakupan layanan air bersih di kawasan IKN.
“Dengan diresmikannya WTP 50 liter per detik oleh Bupati PPU pada 26 Januari 2026, jumlah masyarakat Sepaku yang terlayani air bersih akan terus bertambah,” jelas Abdul Rasyid.
Untuk mempercepat pemerataan layanan, Pemerintah Kabupaten PPU melalui Perumda AMDT juga telah mengajukan permohonan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terkait pembangunan jaringan pipa distribusi serta pemasangan 6.400 sambungan rumah tangga (SR) gratis.







