Home Pemerintahan Selangkah Lagi Layani Komersial: Bandara Internasional Nusantara IKN Kejar Status Bandar Udara Umum
Pemerintahan

Selangkah Lagi Layani Komersial: Bandara Internasional Nusantara IKN Kejar Status Bandar Udara Umum

Share
Bandara Internasional Nusantara
Bandar Udara Internasional Nusantara di IKN sedang memproses perubahan status dari Bandara Khusus menjadi Bandara Umum. Proses ini penting agar bandara dapat melayani penerbangan komersial, termasuk pesawat wide body internasional.Foto:ANT
Share

IKNPOS.ID – Bandar Udara Internasional Nusantara (Bandara IKN) saat ini tengah memproses perubahan status dari Bandar Udara Khusus menjadi Bandar Udara Umum. Langkah ini menjadi tahapan krusial untuk membuka layanan penerbangan komersial di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Plt. Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara, Imam Alwan, menjelaskan bahwa proses perubahan status dilakukan setelah bandara resmi beroperasi sebagai Bandar Udara Khusus sejak diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara (SBU) oleh Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub pada 12 Juni 2025.

“Perubahan status ini sangat penting agar bandara dapat melayani penerbangan komersial. Saat ini kami masih menjalankan fungsi sebagai Bandar Udara Khusus,” ungkap Imam dalam keterangan tertulisnya, Rabu 10 Desember 2025.

Disiapkan untuk Wide Body dan Rute Jarak Jauh

Bandara Internasional Nusantara dirancang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023 untuk mendukung konektivitas dan kegiatan pemerintahan IKN. Secara internasional, bandara ini telah terdaftar pada International Civil Aviation Organisation dengan kode WALK.

Fasilitasnya disiapkan untuk dapat melayani pesawat wide body terbesar yang digunakan dalam penerbangan internasional, termasuk Boeing 777-300 dan Airbus A380. Dengan peran strategis ini, Bandara Nusantara menampung penerbangan jarak jauh tanpa perlu pengisian bahan bakar di bandara lain, termasuk rute langsung menuju Timur Tengah maupun Eropa.

Fasilitas yang tersedia saat ini meliputi:

Runway: Berdimensi 3.000 meter x 45 meter. Runway sepanjang 3.000 meter ini merupakan yang terpanjang di Kalimantan.

Apron: Seluas 97.189 meter persegi, mampu menampung lima pesawat wide body atau sembilan pesawat narrow body.

Terminal: Terminal VVIP seluas 2.350 meter persegi dan Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi, dengan kapasitas total 420 penumpang per jam atau 1,6 juta penumpang per tahun.

Layanan Terbatas dan Kelanjutan Pembangunan

Dalam statusnya sebagai Bandar Udara Khusus, bandara ini hanya diperbolehkan melayani pesawat kenegaraan, pesawat instansi pemerintah, serta penerbangan charter dan private flight. Pelayanan pesawat komersial belum bisa diberikan karena penggunaannya masih mengacu pada ketentuan bandara khusus.

Share
Related Articles
Kaltim 'KETIBAN DURIAN RUNTUH', Belanja Pemerintah Gila-gilaan, IKN Jadi SUMBER CUAN
Pemerintahan

Kaltim ‘KETIBAN DURIAN RUNTUH’! Belanja Pemerintah Gila-gilaan, IKN Jadi SUMBER CUAN?

IKNPOS.ID - Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi pusat perhatian ekonomi nasional pada tahun...

Wapres Gibran saat mengunjungi IKN.
Pemerintahan

Tak Pernah Tidur di Hotel, Gibran Pilih Inap di Rusun ASN dan Rumah Menteri Saat ke IKN

IKNPOS.ID - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan...

Wapres Gibran melakukan kunjungan kerja ke IKN.
PemerintahanUncategorized

Ramai Tuduhan Foto IKN Rekayasa AI, Wapres Gibran: Coba Tanya Roy Suryo

IKNPOS.ID - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan bahwa pemerintah memberikan...

Pemerintahan

Gibran Tegaskan IKN Bukan Kota Hantu: Pembangunan Jalan Terus, ASN Mulai Berkantor Tahun Ini

IKNPOS.ID - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka secara tegas membantah anggapan...