Ia menekankan, perbedaan pandangan justru dinilai sebagai potensi kekuatan jika dapat dikelola dengan baik, dan tidak boleh menjadi penghalang untuk bersilaturahmi serta berkontribusi terhadap kemajuan Bamus dan pembangunan Jakarta.
Riano menutup dengan menegaskan bahwa upaya mempererat silaturahmi harus menjadi komitmen bersama setiap anggota Bamus Betawi agar tujuan besar organisasi dapat tercapai. Dengan refleksi ini, Bamus Betawi berharap dapat memasuki tahun 2026 dengan strategi dan semangat baru yang lebih matang.
Beberapa tokoh yang hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut antara lain Syarif Hidayatullah, Aida Makbullah, Nasrullah, dan Rendra Yuliardi.