“Ibu Kota Nusantara bukan hanya memindahkan pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga membawa ekspektasi besar akan lahirnya peradaban baru,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam upaya menurunkan angka stunting yang saat ini masih berada di angka 22% di Kalimantan Timur—lebih tinggi dari angka nasional 19%.
“Dibutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media untuk mencapai target penurunan stunting,” ujar Nurizky.
Dalam rangkaian kegiatan ini juga ditandatangani berita acara serah terima data keluarga beresiko stunting oleh Otorita IKN dan perwakilan BKKBN.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan seluruh mitra menegaskan komitmen bersama bahwa percepatan penurunan stunting merupakan fondasi penting bagi lahirnya generasi IKN yang sehat, unggul, dan siap menyongsong peradaban baru Indonesia. Sinergi lintas sektor yang terus diperkuat menjadi kunci dalam mencapai target penurunan stunting menjelang 2028.