“Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang membuat acara penggalangan dana seperti ini. Empati dari kita sangat dibutuhkan untuk saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” tegasnya, menegaskan bahwa dana yang berhasil dikumpulkan adalah garis hidup bagi para korban yang terdampak parah.
Strategi ILUNI UI: Menggandeng 100 Musisi, Raih Rp 15,1 Miliar
ILUNI UI menunjukkan profesionalisme tinggi dalam manajemen acara kemanusiaan ini. Untuk menarik perhatian publik dan donatur, mereka berhasil mengajak sekitar 100 musisi papan atas untuk berpartisipasi. Musisi-musisi ternama yang ikut menyumbangkan suara mereka termasuk Once, Melly Goeslaw, Vina Panduwinata, Andien, dan tentu saja, dr. Tompi.
Strategi penggalangan dana yang mengkombinasikan musik dan hiburan ini terbukti sangat sukses. Ketua Panitia, Kadri Muhammad, mengumumkan hasil yang mencengangkan: malam donasi di T-Space Bintaro sukses mengumpulkan total dana sebesar Rp 15,1 miliar.
Kadri menjelaskan filosofi di balik pengemasan acara ini, yakni untuk mendatangkan bukan hanya penonton, tetapi juga donatur berkapasitas besar. “Ini bukan hanya bikin acara jrang jreng jrong, harus juga mendatangkan bukan cuma massa tetapi para donatur,” jelasnya, mempertegas tujuan utama acara.
Distribusi Bantuan Transparan dan Ronde Penggalangan Kedua
Meskipun jumlah donasi yang terkumpul sudah sangat besar, ILUNI UI memastikan bahwa upaya bantuan tidak berhenti di situ. Kadri Muhammad mengonfirmasi bahwa penggalangan dana akan berlanjut ke ronde kedua yang direncanakan pada 16 Desember di Kemang Village. Ini merupakan peluang emas bagi individu atau lembaga yang belum sempat berdonasi.
ILUNI UI menjamin bahwa bantuan yang terkumpul akan didistribusikan langsung kepada pengungsi di lokasi bencana. Proses distribusi bantuan akan dilakukan secara cermat, menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari bahan pokok hingga penyediaan hunian sementara (huntara) bagi keluarga yang kehilangan rumah.
Pengalaman ILUNI UI dalam menggalang donasi, termasuk saat membantu korban gempa Palu pada 2018, menjamin efektivitas penyaluran bantuan. Kolaborasi antara organisasi alumni, tokoh publik, dan musisi ini menjadi contoh nyata bagaimana empati kolektif dapat diwujudkan menjadi bantuan finansial yang berdampak besar bagi pemulihan korban bencana di Sumatera. (*)