Catatan Dahlan Iskan

Empati Wanita

Share
Share

“Tadi pasti sakit sekali ya?” sapa saya.

Diam.

“Tadi sampai menangis ya?”

Diam.

“Anda tadi sudah bisa berjalan 20 langkah ya,” kata saya melebih-lebihkan hasil fisioterapinyi.

Diam.

“Besok akan lebih sakit dari itu. Besok Anda akan diminta latihan lebih berat,” kata saya.

Diam.

“Sebentar lagi kalau badan Anda agak panas, jangan risau. Itu akibat fisioterapi yang berat tadi,” kata saya sambil menempelkan telapak tangan ke keningnyi. Suhu normal.

Sabtu pagi kemarin dia menjalani fisioterapi ketiga. Meski tidak bicara, saya yakin dia sudah siap mental untuk menerima sakit yang lebih berat.

Selesai fisioterapi dia baru mau bicara. “Tidak sesakit kemarin,” katanyi. Tidak senyum tapi juga tidak merengut. Jiwanya terlihat bahagia.

Membuat bahagia istri ternyata mudah: memberikan gambaran yang berat, lalu dia bahagia ketika ternyata kenyataannya tidak berat. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Fir'aun Baik
Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Oleh: Dahlan Iskan Fir'aun yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak...

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Oleh: Dahlan Iskan Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan...

Ziarah Ziarah
Catatan Dahlan Iskan

Ziarah Ziarah

Oleh: Dahlan Iskan Ziarah pertama saya di Kairo: ke makam Imam Syafi'i....

Serangan Fajar
Catatan Dahlan Iskan

Serangan Fajar

Oleh: Dahlan Iskan Perlunya minoritas diperlakukan secara fair terbukti di dua kejadian:...