Uncategorized

Empati Wanita

Share
Empati Wanita
Empati Wanita
Share

Em Ha

“Aduh. Kuper banget.. Dia kan Reza..”. Kalimat Ira yang mewakili seluruh Perusuh dan Pesuruh Disway. Abah itu memang Kuper Asli. Dalam suasana diskusi. Di bawah rumah panggung Manado. Saat Gathering Perusuh di Pacet Sabtu Ahad lalu. Ada yang celetuk kasus Inara. Peserta diskusi ada yang duduk, ada yang berdiri mengelilingi Abah. Abah, sebagai pusat diskusi dan informasi bertanya. “Siapa Inara itu?. Beliau celingak celinguk. Nampak mbak Nana berdiri di samping tiang penyangga rumah. “Kenal Inara?” Alis dan kepala Abah bergerak keatas tanda bertanya. “Ya.. kenal.. laaahhhh” jawaban mbak Nana super cepat. Menambah heboh dan meriahnya suasana. Untuk urusan “itu”. Abah asli kuper. Namun dalam bisnis dan dunia usaha Abah asli over. Keterlaluan luas pergaulannya. Keberanian Ira membuly Abah dengan kata2 “kuper”. Menunjukkan Ira sudah melangkah kedepan. Move Forward. Kami yang mendengar diskusi Inara. Jadi Move On.

Definisi Mewah

Mayoritas kita sudah terlalu lama terpapar dengan budaya yang keliru, bahwa ekspresi sedih adalah simbol kelemahan. Padahal, ketegaran itu justru lahir dari emosi yang diterima dan diproses secara konstruktif, bukan malah disangkal dan ditutup atau disumbat. Jika saya berada di posisi Pak Dahlan Iskan di foto bersantap makan bersama di atas, berikut inilah, kalimat-kalimat yang akan saya utarakan, kepada Ira: 1. BERI VALIDASI. “Saya lihat ini memang berat, dan saya melihat kamu masih menahan banyak cerita. Kamu boleh mengambil jeda dari segala wawancara dari media, tapi saya ingin mendengar cerita kamu lebih utuh lagi, lebih dalam lagi. Saya siap mendengarkan.” 2. BERI OPSI. “Kalau kamu mau bercerita banyak, saya siap mendengarkan. Kalau perlu, kita atur ritme wawancara, agar kamu tetap punya ruang untuk pulih”. 3. BERI STRUKTUR NARASI. “Mari kita tulis poin-poin utama yang ingin kamu ceritakan dan ingin kamu sampaikan. Tidak perlu sekarang, cukup kapan saja kamu merasa siap”. 4. BERI ATENSI. “Istirahat yang banyak, makan yang enak, dan punya ruang menangis yang aman. Itu adalah kebutuhan kamu saat ini. Setelah itu, mari kita rancang langkah berikutnya”. Semoga Pak Dahlan Iskan bisa berkomunikasi lebih baik lagi, dengan wanita.

Share
Related Articles
IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Uncategorized

IKN Gandeng Kalimantan Utara, Sinergi Baru Dongkrak Ekonomi dan Konektivitas Wilayah

IKNPOS.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat kerja sama strategis dengan...

KIPI Maloy harus direvitalisasi
Uncategorized

Pemprov Kaltim Siapkan Rp10,5 Miliar untuk Tim Ahli Gubernur 2026, Ini Rincian Honor hingga Perjalanan Dinas

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan anggaran sebesar Rp10,5...

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Foto: Dok/Puspen TNI
Uncategorized

Panglima TNI Sebut Status Siaga 1 untuk Uji Kesiapsiagaan Prajurit dan Alutsista

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto menegaskan bahwa instruksi status Siaga...

Uncategorized

Fitur-Fitur Canggih Galaxy S26: AI Makin Pintar, HP Bisa Atasi Masalah Sendiri

IKNPOS.ID - Samsung Electronics resmi memperkenalkan flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26, dengan...