Catatan Dahlan Iskan

Puisi Ayah

Share
Puisi Ayah
Puisi Ayah
Share

Hendro Purba

Masih mungkinnya Rakyat “Sejahtera” ? Hutan kita sudah habis entah siapa yang kaya ? Minyak kita hampir habis, entah siapa yang kaya ? Ikan kita entah berenang kemana ? Batubara ngos-ngosan dikuras, siapa yang kaya ? Berapa juta hektar sudah tertanam Sawit siapa yang kaya ? Memajukan kesejahteraan umum entah tugas siapa ? Yang kena kutuknya kita karena mengkhianati PANCASILA ?

MULIYANTO KRISTA

Wkwkwkkkkkkkkk… Persis yang biasa saya alami. Selalu ngisi motor Supra butut full tank Pertamax, pasti diperhatikan oleh operator SPBU dan juga orang2 yang antri di belakang saya. “Sepedae uelek tapi ngisie Pertamax full tank “.

istianatul muflihah

Beli Bensin. Seorang perempuan melihat antrian pertalite yang mengular sementara antrian pertamax sepi. Alias tidak ada yang antri. Daripada menunggu lama, memilih beli pertamax saja. Petugas SPBU : berapa mbak? Pembeli : full, pak Petugas SPBU : 20 ribu? Pembeli : full, pak Petugas SPBU : ngga 20 ribu? Si perempuan tertawa. Mungkinkah siang itu, ia terlihat seperti konsumen yang hanya membawa uang 20 ribu? Hahaha

djokoLodang

-o– pada kepada kepada pada … Begitu tiba di Tentena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. “Kita tidak jadi ke Poso. Kita tidur di Tentena saja,” kata saya pada suami Mega. … *) Menurut kaidah bahasa Indonesia, mestinya: … kata saya KEPADA suami Mega. “Pada” dan “kepada” sama-sama kata depan, namun beda fungsi: ~ “Pada” lebih ke posisi/keberadaan (waktu, konsep, orang), contohnya pada hari Senin atau pada saya. “Kepada” lebih ke tujuan/arah (orang atau tujuan), contohnya kepada Anda atau kepada ibu. Keduanya –pada dan kepada– tidak dipakai untuk menandai tempat fisik, untuk menandai tempat fisik gunakan “di” atau “ke”. *) Kapan menggunakan “pada” ~ Waktu: Pada pukul delapan, pada malam itu, pada hari Senin. ~ Konsep/Keadaan: Pada kesempatan itu, pada dasarnya, pada saat ini. ~ Orang/Benda (Posisi/Kepemilikan): Buku itu ada pada saya, pada Rini (bukan ‘di Rini’). *) Kapan menggunakan “kepada” ~ Tujuan/Arah (orang): Saya memberikan hadiah kepada Rina, kepada semua peserta. ~ Tujuan (selain orang, tapi mengarah): Menuju kepada kebenaran. * ) Contoh Perbandingan Salah: “Buku ini ada di saya.” Benar: “Buku ini ada pada saya.”. Salah: “Saya kirim surat pada dia.” Benar: “Saya kirim surat kepada dia.” (karena ada tujuan). –0-

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Oleh: Dahlan Iskan "Nisa masuk rumah sakit," ujar wanita muda itu saat...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisien

Oleh: Dahlan Iskan Justru saya yang mereka sebut sebagai petir. Yakni saat...

Lebaran Rezeki
Catatan Dahlan Iskan

Lebaran Rezeki

Tidak habis-habisnya saya minta maaf di sepanjang jalan. Tamu-tamu saya itu tidak...

Pulang Kotor
Catatan Dahlan Iskan

Pulang Kotor

Oleh: Dahlan Iskan Akhirnya saya bisa berlebaran bersama keluarga: berkat Lebarannya mundur...