Catatan Dahlan Iskan

Jembatan Merah  

Share
Share

Hotel tempat saya menginap di bibir keindahan teluk itu: Swiss-Bell Hotel. Dulu tidak ada hotel ini. Kamar saya seperti mepet airnya. Dari kamar saya sudah langsung terlihat air nan jernih. Di kejauhan terlihat dua pulau kecil –salah satunya ditancapi salib besar.

Di sudut lain jendela terlihat bukit tinggi. Di puncaknya terbaca tulisan ini: I Love Jayapura City. ”Love”-nya pakai gambar hati.

Di malam hari tulisan itu terlihat lebih indah: berupa lampu putih bercahaya. Gambar hatinya warna merah. Cahayanya memantul ke permukaan laut berkelindan dengan pantulan cahaya-cahaya lampu lainnya.

Untuk makan malam kami dipilihkan lokasi baru yang belum pernah saya bayangkan: di Pantai Jembatan Merah. Ini kawasan baru. Dulunya bernama kampung Holtekam.

Jembatan Merah itu dibangun menjelang Pekan Olahraga Nasional di Jayapura tahun 2021 lalu. Dengan adanya jembatan itu pantai Holtekam menjadi icon baru di Jayapura. Dari kampung nelayan menjadi pusat kuliner water front.

Keindahan teluk ini bertambah lagi lantaran ada anak teluknya –di belakang jembatan itu. Di bagian terdalam teluk Jayapura itulah terbentuk anak teluk yang lebih kecil. Teluk dan anak teluk itu dibatasi oleh daratan tipis seperti tangan panjang yang ingin menggapai daratan di seberangnya. Tangan itu seperti kurang panjang. Tidak sampai menggapai daratan di seberang. Kurang sekitar 100 meter.

Kini sudah ada jembatan yang menghubungkan ujung tangan itu dengan daratan di seberangnya. Jembatan itu pun menjadi faktor tambahan keindahan. Seperti melengkung di atas laut. Ia menjadi penghias antara teluk dan anak teluk.

Kami makan di pantai baru di dekat Jembatan Merah itu. Saya memuji arsitektur pantai resto ini. Restonya besar sekali. Terdiri dari banyak sektor. Ada sektor sisi kolam renang untuk anak-anak. Ada sektor mirip bunga-bunga teratasi –tiap satu bunga satu meja di atas air. Ada sektor gasebo-gasebo. Ada sektor lesehan di dekat air pantai. Ada ruangan-ruangan formal ber-AC. Masih beberapa lagi. Pohon-pohon ketapang lama pun dipertahankan.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Reflek Radjimin

Pun saya. Berburuk sangka pada James Rachman Radjimin. Juga pada almarhum Ali...

Sirrul Cholil
Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

Rahasia kekasih. Musim hujan yang datang lebih dini tidak hanya membuat banjir...

James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat.--
Catatan Dahlan Iskan

Carter 747  

PUN ketika meninggal dunia, James Rachman Radjimin memecahkan rekor: vegetatif terlama di...

Ilustrasi Nadiem Makarim-Gusti-Harian Disway-
Catatan Dahlan Iskan

Melanggar Sombong

BEGITU besar nama Nadiem Makarim. Sejak sebelum menjadi menteri. Bahkan sudah lebih...