Catatan Dahlan Iskan

Hati Separo

Share
Isa bersama Janet (kanan) dan suami Janet--
Isa bersama Janet (kanan) dan suami Janet--
Share

Ada rasa tidak tega meninggalkan Nisa sendirian. Maka saya cari relawan yang bisa berbahasa Indonesia sekaligus bahasa Mandarin. Saya hubungi mahasiswi yang di Rizhao, Shandong: Della. Yang asal Muncar, Banyuwangi itu. Yang putri seorang sopir truk itu.

Ternyata Della sedang pulang ke Banyuwangi. Ini memang liburan panjang musim panas. “Bagaimana kalau saya carikan teman dari Beijing?” ujar Della.

Dia punya teman-teman mahasiswa Indonesia di Beijing. Salah satunya bernama Justin. Asal Lampung. Sudah selesai S-1 tapi dapat beasiswa S-2.

Liburan hari itu ia tidak pulang ke Lampung. Adiknya, perempuan, juga tidak pulang. Sang adik masih kuliah di S-1 di universitas yang sama: Beijing Institute of Technology (北京理工大学). Mereka mendalami computer science.

Mereka hanya dua bersaudara. Ayah mereka sudah lama meninggal. Ibu mereka menjaga toko alat pancing di Bandar Lampung. Sendirian. Mereka tidak pulang demi menghemat biaya. Lebih baik menabung. Agar Imlek nanti bisa pulang, berhari raya bersama sang ibu.

Dengan hadirnya Justin saya bisa pulang ke Indonesia dengan tenang. Saya janji akan terus memonitor jadwal transplant dari jauh.

Justin saya minta datang ke rumah sakit sebelum saya pulang. Setelah berkenalan, Nisa dan suami merasa cocok. Justin anak muda yang baik.

Bahasa Mandarin Justin juga sudah sangat mumpuni. Apalagi yang menyangkut teknologi komputer. Ia hanya perlu beberapa kata baru di bidang medis.

Akhirnya saya tahu kenapa Justin punya kepribadian yang sangat baik. Justin sudah biasa mengalah di pergaulan. Sudah biasa mengakomodasikan keinginan orang lain. Tidak judes. Tidak kaku. Tidak ego. Karena itu ia terpilih sebagai ketua mahasiswa Indonesia seluruh Tiongkok: PPI Tiongkok. Ia sudah biasa ngemong banyak keinginan.

Sebelum pulang saya tanya Nisa: apakah masih ada ganjalan.

“Soal visa,” katanyi. “Masa tinggal saya akan habis sebelum transplant dilakukan,” tambahnyi.

Ups… Saya usulkan beberapa kemungkinan. Ini kan urusan medis. Siapa tahu RS bisa bantu. Justin bisa berkomunikasi dengan RS dan dengan imigrasi setempat.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Oleh: Dahlan Iskan "Nisa masuk rumah sakit," ujar wanita muda itu saat...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisien

Oleh: Dahlan Iskan Justru saya yang mereka sebut sebagai petir. Yakni saat...

Lebaran Rezeki
Catatan Dahlan Iskan

Lebaran Rezeki

Tidak habis-habisnya saya minta maaf di sepanjang jalan. Tamu-tamu saya itu tidak...

Pulang Kotor
Catatan Dahlan Iskan

Pulang Kotor

Oleh: Dahlan Iskan Akhirnya saya bisa berlebaran bersama keluarga: berkat Lebarannya mundur...