IKNPOS.ID – Pi Network kembali menjadi sorotan setelah isu lama terkait Global Consensus Value (GCV) kembali beredar luas di media sosial. Di tengah proses pemulihan pasar kripto global, nilai Pi justru bergerak lambat dan masih tertahan di level rendah.
Isu GCV kembali mencuat setelah 28 November. Sejumlah unggahan mengklaim bahwa nilai GCV sebesar $314.159 telah menjadi standar perhitungan utama di seluruh sistem Pi Network. Klaim tersebut langsung menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna, terutama karena tidak pernah ada pernyataan resmi dari pihak pengembang.
Seorang analis kripto yang lama mengikuti perkembangan Pi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdasar. Ia menilai wajar jika rumor seperti itu muncul, karena komunitas Pi memang besar dan mudah terpengaruh oleh isu-isu viral.
Menurutnya, jika penetapan harga tetap secara sepihak benar-benar mungkin dilakukan, maka ribuan aset kripto lain akan menggunakan mekanisme serupa. Ia menegaskan bahwa nilai Pi saat ini tetap berada di kisaran $0,23, mengikuti dinamika pasar.
“Fenomena GCV justru merugikan proyek dari berbagai sisi. Harga Pi sekarang $0,23 dan akan naik sesuai perkembangan ekosistem,” ujar analis kripto Dr Altcoin.
Harga Pi Naik Tipis, tapi Masih Tertahan Resistance
Di tengah kontroversi, pergerakan Pi menunjukkan pemulihan ringan. Berdasarkan data pasar terbaru, Pi diperdagangkan pada $0.2483, naik 4,43% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar mencapai $2,07 miliar, dengan volume transaksi harian sekitar $27,19 juta.
Pembelian dalam jumlah besar oleh salah satu whale yang kini memegang lebih dari 381 juta Pi turut mengurangi tekanan jual. Adopsi pedagang melalui Map of Pi 2.0 serta perkembangan regulasi yang lebih jelas juga memberi sentimen positif.
Meski demikian, Pi masih terjebak di bawah resistance kuat di rentang $0,26–$0,27. Penguatan hanya dapat berlanjut bila harga mampu menjaga support penting di $0,24.
Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa Pi bernilai ratusan ribu dolar. Nilai aset tersebut konsisten bergerak di bawah $0,25, dan prospeknya sangat bergantung pada adopsi pengguna, utilitas jaringan, serta transparansi pengembangan dari tim inti.






















