Pesawat berusia 32 tahun, menurut data Flightradar24. Bandara Hong Kong dibangun di atas lahan reklamasi, menggabungkan dua pulau kecil di utara Pulau Lantau. Tepian landasan utara hanya berjarak beberapa ratus meter dari laut, sedangkan dua landasan lain bahkan lebih dekat.
Emirates, yang dikenal sebagai maskapai penumpang dari Dubai International Airport, juga memiliki bisnis kargo besar di Al Maktoum International Airport. Penerbangan ACT Airlines lepas landas dari bandara ini, yang rencananya akan dikembangkan senilai $35 miliar dalam dekade mendatang.
Dalam laporan tahunan terbaru, Emirates menyatakan menambahkan dua Boeing 747 wet-leased untuk memenuhi permintaan kargo yang meningkat. Maskapai ini memiliki 260 pesawat, sebagian besar Boeing 777 dan Airbus A380.
Insiden ini menyoroti risiko operasi pesawat kargo di bandara yang landasannya dekat dengan laut dan kebutuhan pengawasan keselamatan yang ketat bagi personel darat. Investigasi lanjutan akan menentukan faktor utama kecelakaan dan langkah pencegahan untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.







