Home News SKK Migas Sumbagsel: Wartawan Bukan Corong Lembaga, Tapi Mitra Strategis dalam Transparansi Hulu Migas
News

SKK Migas Sumbagsel: Wartawan Bukan Corong Lembaga, Tapi Mitra Strategis dalam Transparansi Hulu Migas

Share
Share

FJM Sumsel Dorong Kolaborasi Lebih Kuat dengan SKK Migas

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel, Ocktaf Riyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah SKK Migas yang konsisten membangun hubungan harmonis dengan insan media. Ia menilai kemitraan yang saling menghormati dan terbuka merupakan kunci dalam menjaga kredibilitas pemberitaan sektor energi.

“Kami berterima kasih kepada SKK Migas yang terus membuka ruang dialog dan kemitraan. Media memiliki peran penting untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat tentang kegiatan industri migas,” kata Ocktaf.

Ia juga berharap ke depan, kerja sama antara media dan lembaga energi dapat diperluas melalui kegiatan pelatihan, kunjungan lapangan, serta forum diskusi tematik yang memperkaya wawasan jurnalis tentang industri migas dan energi terbarukan.

Media Didukung Jadi Agen Edukasi Energi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Serelaya Merangin Dua, Salwaluma atau Luna, menekankan bahwa wartawan tidak hanya bertugas melaporkan fakta, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat tentang energi berkelanjutan.

“Wartawan bukan hanya penyampai berita, tetapi juga agen perubahan yang membawa edukasi dan pencerahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Luna, pemberitaan yang mendalam dan berorientasi edukatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan transisi energi menuju masa depan hijau.

Media Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

Menambahkan pandangan tersebut, Ketua Forum Wartawan Kementerian ESDM sekaligus Pemimpin Redaksi Fin.co.id, Sigit Nugroho, menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi tidak hanya bergantung pada teknologi dan kebijakan, tetapi juga pada kekuatan komunikasi publik.

“Isu energi adalah isu strategis. Ketahanan dan kemandirian energi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk media massa yang menjadi indikator keberhasilan komunikasi program pemerintah,” tutur Sigit.

Menurutnya, media memiliki peran ganda sebagai pengawal kebijakan dan juga sebagai penopang narasi positif untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan energi nasional.

Acara Media Gathering SKK Migas Sumbagsel dan FJM Sumsel 2025 ini bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan ajang mempertegas sinergi antara lembaga dan media dalam membangun industri migas yang transparan, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Share
Related Articles
Mobil Dinas Gubernur Kaltim Dikembalikan
News

Mobil Dinas Mewah Gubernur Kaltim Resmi Dikembalikan, Harga dan Pajaknya Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya resmi mengembalikan unit...

Tim Gabungan antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di 2 lokasi terkait aduan adanya pemberangkatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural
News

Jelang Mudik Lebaran 2026, KP2MI Siagakan Layanan Kepulangan Pekerja Migran di Bandara hingga Perbatasan

KP2MI) menyiapkan layanan khusus di sejumlah titik kedatangan untuk mengantisipasi arus kepulangan...

News

Pemudik Motor Mulai Serbu Jalan Pantura Cirebon, Lalu Lintas Ramai Lancar

IKNPOS.ID - Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di jalur Pantura wilayah...

News

Kemenkes Berangkatkan 1.126 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan 26 Bus

Kemenkes kembali menyelenggarakan program mudik bersama bagi para pegawainya menjelang Lebaran 2026.