Home Tekno Pi Network Siap Luncurkan Protocol 23, Bakal Selamatkan Pi Coin dari Jurang Kehancuran
Tekno

Pi Network Siap Luncurkan Protocol 23, Bakal Selamatkan Pi Coin dari Jurang Kehancuran

Share
Pi Network Protocol 23
Pi Network bersiap meluncurkan pembaruan besar melalui Protocol 23 untuk menghadirkan fitur DeFi dan meningkatkan kepercayaan investor. Foto:X
Share

IKNPOS.ID – Harapan baru muncul bagi komunitas Pi Network, setelah tim inti proyek ini mengumumkan rencana peluncuran Protocol 23, pembaruan besar yang digadang-gadang bisa mengubah arah masa depan Pi Coin.

Harga Pi Coin kini berada di level terendah dalam sejarah, sekitar US$0,2368, dengan volume perdagangan harian menurun drastis di bawah US$30 juta. Padahal, proyek ini sempat dipuji sebagai jaringan kripto berbasis komunitas terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar yang pernah menembus US$17 miliar.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, nilai Pi terus tergerus hingga kehilangan hampir 90 persen dari puncaknya.

Tekanan Besar di Tengah Kejatuhan Harga

Pelemahan Pi Coin dipicu oleh rendahnya minat beli dan minimnya aktivitas transaksi di jaringan utama. Di media sosial X, sejumlah anggota komunitas mengkritik lambatnya pengembangan dan menuding tim Pi Core terlalu tertutup.

“Permintaan sangat rendah, dan aktivitas on-chain Pi hampir tak terlihat,” tulis salah satu pengguna.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga Pi bisa turun lebih dalam hingga menyentuh US$0,10, jika tak ada langkah nyata dari tim pengembang.

Harapan Baru: Peluncuran Protocol 23

Pembaruan Protocol 23 yang kini memasuki tahap pengujian disebut-sebut menjadi titik balik bagi Pi Network. Versi baru ini rencananya akan aktif di mainnet pada akhir kuartal IV 2025 atau awal 2026, beriringan dengan pembaruan Stellar Core v23.0.1.

Menurut analis komunitas kripto Dr. Altcoin, pembaruan ini difokuskan pada peningkatan skala, efisiensi, dan keamanan jaringan, sekaligus membuka jalan menuju integrasi Decentralized Finance (DeFi).

Beberapa fitur utama yang akan hadir antara lain:

Decentralized Exchange (DEX): memungkinkan pengguna menukar aset digital langsung tanpa perantara.

Automated Market Maker (AMM): membuka peluang pembuatan likuiditas secara otomatis.

Testnet DeFi environment: tempat uji coba aman sebelum fitur resmi diaktifkan di mainnet.

Namun, Dr. Altcoin mengingatkan bahwa pembaruan teknis saja tidak cukup. “Tanpa kebijakan kuat seperti buyback atau coin burn, pemulihan harga akan sulit dicapai,” ujarnya.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...