Home News Panas! Purbaya Balas Tantangan Dedi Mulyadi Soal Dana APBD Mengendap di Bank: Mungkin Anak Buahnya yang Ngibulin!
News

Panas! Purbaya Balas Tantangan Dedi Mulyadi Soal Dana APBD Mengendap di Bank: Mungkin Anak Buahnya yang Ngibulin!

Share
Share

15 Pemda Dituding Endapkan Uang Triliunan di Bank

Dalam rapat bersama kepala daerah yang digelar secara daring di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025), Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa ada 15 pemerintah daerah (pemda) yang mengendapkan dana APBD dalam jumlah besar di bank, dengan total mencapai Rp234 triliun per September 2025.

Menurutnya, angka ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp208,6 triliun per September 2024.

“Serapan rendah menambah simpanan uang Pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” ujar Purbaya dikutip dari Tribunnews.com.

Berikut daftar 15 pemda dengan simpanan uang terbesar di bank per September 2025:

  1. Pemprov DKI Jakarta: Rp14,6 triliun

  2. Pemprov Jawa Timur: Rp6,8 triliun

  3. Pemkot Banjarbaru (Kalsel): Rp5,1 triliun

  4. Pemprov Kalimantan Utara: Rp4,7 triliun

  5. Pemprov Jawa Barat: Rp4,1 triliun

  6. Pemkab Bojonegoro: Rp3,6 triliun

  7. Pemkab Kutai Barat: Rp3,2 triliun

  8. Pemprov Sumatera Utara: Rp3,1 triliun

  9. Pemkab Kepulauan Talaud: Rp2,6 triliun

  10. Pemkab Mimika: Rp2,4 triliun

  11. Pemkab Badung: Rp2,2 triliun

  12. Pemkab Tanah Bumbu: Rp2,1 triliun

  13. Pemprov Bangka Belitung: Rp2,1 triliun

  14. Pemprov Jawa Tengah: Rp1,9 triliun

  15. Pemkab Balangan: Rp1,8 triliun

Purbaya Soroti Lemahnya Serapan Anggaran Daerah

Dalam pemaparannya, Purbaya juga menyoroti rendahnya tingkat penyerapan anggaran APBD di seluruh provinsi Indonesia.

Hingga September 2025, total serapan anggaran daerah baru mencapai 51,3 persen atau sekitar Rp712,8 triliun, dari total pagu Rp1.389 triliun.

Angka ini lebih rendah 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Artinya, perputaran ekonomi daerah berjalan lebih lambat. Belanja modal hanya Rp58,2 triliun, turun lebih dari 31 persen. Padahal itu yang berdampak langsung ke pembangunan dan lapangan kerja,” tegasnya.

Purbaya menilai lambatnya realisasi anggaran membuat ekonomi daerah kehilangan momentum pertumbuhan.

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mempercepat realisasi anggaran terutama untuk belanja produktif menjelang akhir tahun 2025.

“Saya ingatkan, percepatan realisasi belanja harus ditingkatkan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas atau deposito,” jelasnya.

Menurutnya, semakin cepat uang daerah beredar, maka semakin besar dampak positif terhadap ekonomi masyarakat, termasuk menciptakan lapangan kerja baru dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Kepercayaan publik dan investor adalah modal utama. Sekali hilang, membangunnya butuh waktu lama,” tambah Purbaya.

Share
Related Articles
News

Otorita IKN Hadirkan Pasar Murah untuk Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok

IKNPOS.ID - Menjelang momentum Idulfitri, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil langkah...

News

Tol IKN Dibuka saat Mudik Lebaran 2026, Jadi Jalur Alternatif Penghubung Kaltim dan Kalsel

IKNPOS.ID - Arus mudik Lebaran 2026 membawa kabar baru bagi masyarakat di...

News

Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek Mulai Padat, Pemudik Manfaatkan Fasilitas Istirahat

IKNPOS. ID - Rest area menjadi salah satu titik penting bagi para...

News

Pemudik Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Layang MBZ di H-7 Lebaran, Arus Kendaraan Padat Lancar

IKNPOS.ID -  Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Layang...