IKNPOS.ID – Kopi Liberika merupakan bagian dari sejarah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) sejak tahun 1981. Karenanya, pengembangan kopi Liberika di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sangatlah tepat.
Menurut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat ini baru sekitar 17 hektare lahan kopi yang produktif dari target 2.000 hektar yang akan dikembangkan di kawasan IKN.
Ia juga menyebut, kopi liberika memiliki potensi besar karena mampu tumbuh baik, di lahan gambut dan dataran rendah seperti Sepaku.
Potensi juga sangat besar, bahkan sudah ada permintaan dari beberapa negara seperti Qatar yang berminat mengimpor hingga 20 kontainer.
“Saya kira kalau dengan 2.000 hektare kita bisa produktif, ini pasti bisa menjadi ikon Kaltim sebagai produk ekspor. Kalau sekarang dengan 17 hektare produktif diminta oleh Qatar 20 kontainer enggak mampu, baru bisa mensuplai 30%-nya. Jadi sangat besar peluang ekonomi untuk Liberika ini,” ujar Basuki, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Pemecahan Rekor MURI
Otorita IKN menerima penghargaan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan kegiatan penanaman 1010 pohon liberika, dengan peserta terbanyak sejumlah 1486 orang di DAS Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Aksi ini terselenggara berkat kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU), Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Universitas Mulawarman, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, SMK Negeri 1 PPU, Tim Aktivis Olahraga Air, hingga berbagai mitra strategis IKN lainnya. Inisiatif tersebut turut mendapat dukungan langsung dari Bank Indonesia, Pupuk Kaltim, Bakoel Bambu, Selera Nikmat Nusantara, serta Kampung Kecil.
Ketua Asosiasi Petani Kopi Liberika Sepaku (APKLS) menyatakan bahwa kopi liberika ini memiliki daya tahan dan potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat.
“Di segala medan, dia mampu hidup dan susah mati. Secara ekonomi, dia juga lebih menguntungkan, apalagi dibandingkan dengan bisnis sawit,” ujarnya.







