Home News Ogah Tanggung Utang Whoosh, Purbaya: Lucu Kalau APBN yang Bayar!
News

Ogah Tanggung Utang Whoosh, Purbaya: Lucu Kalau APBN yang Bayar!

Share
utang proyek Kereta Cepat Whoosh
Menkeu Purbaya menolak penggunaan APBN untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung. Keputusan ini memunculkan pertanyaan baru: siapa yang akan menanggung kewajiban tersebut.Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh, tengah menjadi sorotan publik.

Kebijakan tersebut dinilai berani sekaligus menimbulkan pertanyaan besar, jika bukan APBN, lalu siapa yang akan menanggung beban utang proyek infrastruktur besar tersebut?

Proyek Kereta Cepat Whoosh merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan China, dengan skema pendanaan melibatkan BUMN melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pembiayaan utamanya berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), dengan nilai mencapai miliaran dolar AS.

Meski pembangunannya telah rampung dan beroperasi sejak 2023, proyek ini masih meninggalkan beban finansial yang cukup besar. Dalam beberapa bulan terakhir, isu penambahan modal dan kemungkinan penggunaan dana APBN untuk menutup kekurangan pembiayaan kembali mencuat.

Dalam pernyataannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa APBN tidak boleh digunakan untuk menanggung utang proyek yang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Menurutnya, proyek tersebut adalah hasil kerja sama bisnis antara BUMN Indonesia dan mitra Tiongkok, sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara korporatif, bukan fiskal. Negara tidak bisa terus-menerus menanggung utang yang muncul dari keputusan bisnis.

Menurutnya, Whoosh telah dikelula Danantara, bahkan 80 peren dividen telah diambil dari BUMN.

“Whoosh sudah dikelola oleh Danantara kan? Danantara sudah mengambil 80 persen lebih deviden dari BUMN, harusnya mereka beres dari situ saja. Malah bisa bagus kalua mereka bisa bayar dari situ,” tukasnya kepada awak media, Senin 13 Oktober 2025.

Seharusnya, lanjut Purbaya, jika keuntungan telah diambil Danantara maka APBN tidak perlu menanggung pembayaran utang.

“Jadi kalao APBN agak lucu karena keuntungan ke dia, susahnya ke kita, harusnya kalua mau diambil diambil aja semua gitu,” ujar Purbaya.

Sikap tegas ini langsung memicu perdebatan, terutama di kalangan ekonom dan pengamat kebijakan publik. Sebagian menilai langkah Purbaya sebagai bentuk disiplin fiskal, sementara yang lain khawatir keputusan tersebut bisa memperlambat penyelesaian utang dan menurunkan kepercayaan investor.

Share
Related Articles
Trump Ancam Tarif Impor Bagi Negara yang Halangi AS Kuasai Greenland
News

Pesawat Militer AS Ramai-ramai Bergerak ke Timur Tengah, Siap Perang dengan Iran?

IKNPOS.ID - Pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kembali menjadi...

air bersih IKN
News

BI Optimis IKN Dongkrak Ekonomi Kaltim

IKNPOS.ID - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan...

News

Duka Dunia Musik, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia, Pesan Haru Ferdy Tahier Menggema

IKNPOS.ID - Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu sosoknya. Lucky Widja, vokalis...

News

Operasi Penyelamatan Skala Besar, Longsor Bandung Barat Libatkan Anjing K-9 dan Alat Berat Cari 65 Korban yang Belum Ditemukan

IKNPOS.ID - Upaya pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu,...