Home News Menkeu Purbaya Bocorkan Akan Ada Penangkapan Besar-Besaran! Pelaku Penyelundupan dan Under Invoicing Jadi Target Utama!
News

Menkeu Purbaya Bocorkan Akan Ada Penangkapan Besar-Besaran! Pelaku Penyelundupan dan Under Invoicing Jadi Target Utama!

Share
utang proyek Kereta Cepat Whoosh
Menkeu Purbaya menolak penggunaan APBN untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung. Keputusan ini memunculkan pertanyaan baru: siapa yang akan menanggung kewajiban tersebut.Foto:IST
Share

Fokus pada Tiga Sektor: Rokok, Tekstil, dan Baja

Purbaya menjelaskan bahwa saat ini penyelundupan paling banyak ditemukan di tiga sektor utama, yakni:

  1. Rokok, yang menyebabkan kebocoran penerimaan cukai.

  2. Tekstil, yang mengganggu industri lokal karena banjir produk impor murah.

  3. Baja, yang menekan daya saing pabrikan dalam negeri.

“Rokok, saya akan beresin. Tekstil. Jadi rokok, habis itu tekstil, habis itu baja, habis itu yang lain. Satu per satu saya akan kejar,” tegasnya.

Menurutnya, pemberantasan penyelundupan merupakan kunci memperkuat rasio pajak dan daya saing industri nasional.

Ada ‘Bekingan Besar’ di Balik Mafia Impor

Purbaya secara terbuka mengungkapkan bahwa tidak semua pegawai Bea dan Cukai bersalah dalam maraknya praktik penyelundupan. Namun, banyak dari mereka enggan menindak karena adanya tekanan dari pihak-pihak berkuasa.

“Saya panggil orang Bea Cukai-nya, ‘Lo enggak benar’. ‘Bukan begitu, Pak, di belakangnya ada bekingan gede, kami enggak bisa apa-apa’,” ujar Purbaya menirukan percakapan bawahannya.

Namun, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu memastikan tidak ada alasan untuk takut dan meminta seluruh jajarannya untuk tetap profesional.

“Ya sudah sekarang sikat aja. Kan Dirjen Bea Cukai saya bintang tiga, kecuali bintang empatnya yang nyuruh. Kalau bintang empat, kita lapor presiden,” katanya tegas.

Langkah Bersih-Bersih: Bagian dari Strategi Menata Ekonomi Nasional

Lebih dari sekadar penindakan hukum, Purbaya menilai pemberantasan penyelundupan adalah bagian penting dari reformasi ekonomi nasional.

Ia meyakini, dengan lingkungan industri yang bersih dan adil, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat signifikan dalam jangka menengah.

“Dengan strategi seperti itu, saya yakin pelan-pelan ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Tapi enggak langsung besok 8 persen ya. Tahun depan mungkin bisa mendekati 6 persen atau lebih. Tahun depannya lebih cepat lagi,” ujarnya optimistis.

Langkah Berani yang Bisa Ubah Iklim Bisnis Nasional

Langkah Purbaya ini disebut-sebut sebagai langkah paling berani dari Kementerian Keuangan dalam satu dekade terakhir.

Selama ini, praktik penyelundupan dan under invoicing sering menjadi “rahasia umum” yang sulit disentuh karena melibatkan banyak kepentingan.

Jika operasi penangkapan besar-besaran ini benar terjadi, maka akan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menegakkan hukum tanpa pandang bulu, sekaligus menata ulang struktur perdagangan nasional yang selama ini timpang akibat mafia impor.

Share
Related Articles
Status 'Frontier Market' Menghantui! IHSG Meluncur Balik ke Zona Hijau, Investor Masih Ketar-ketir?
News

Status ‘Frontier Market’ Menghantui! IHSG Meluncur Balik ke Zona Hijau, Investor Masih Ketar-ketir?

IKNPOS.ID - Pasar modal Indonesia sedang berada di titik nadir yang sangat...

Rupiah Nyaris Rp16.800! Donald Trump Siapkan 'Bom' Ketua Fed Baru, Dolar AS Makin Perkasa
News

Rupiah Nyaris Rp16.800! Donald Trump Siapkan ‘Bom’ Ketua Fed Baru, Dolar AS Makin Perkasa

IKNPOS.ID - Pasar keuangan Indonesia sedang dalam posisi siaga satu! Mata uang...

IHSG Ngamuk ke Level 8.300! Transaksi Tembus Rp41 Triliun, Waktunya Borong Saham Gainer?
News

IHSG Ngamuk ke Level 8.300! Transaksi Tembus Rp41 Triliun, Waktunya Borong Saham Gainer?

IKNPOS.ID - Pasar modal Indonesia benar-benar meledak menjelang akhir Januari! Indeks Harga...

News

Layanan Air Bersih di Kabupaten Penyangga IKN Ditargetkan Bertambah 10 Persen

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), menargetkan...