Home Tekno Harga Pi Network Naik ke Rp3.600, Apakah Tanda Awal Rebound atau Sekadar Euforia?
Tekno

Harga Pi Network Naik ke Rp3.600, Apakah Tanda Awal Rebound atau Sekadar Euforia?

Share
Harga Pi Network
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Network (PI) di Indonesia pada Senin, 13 Oktober 2025, tercatat berada di kisaran Rp3.500–Rp3.600 per koin. Nilai ini menunjukkan adanya kenaikan sekitar 5,67% dalam 24 jam terakhir, menandakan potensi momentum bullish pada pergerakan harga PI.

Menurut data CoinMarketCap, harga Pi Network saat ini mencapai $0,2134 setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke level $0,202. Pergerakan harga mulai menguat kembali sekitar pukul 21.00 WIB, diiringi lonjakan volume perdagangan yang signifikan hingga menyentuh area resistansi terdekat di sekitar $0,213.

Dari sisi fundamental, kapitalisasi pasar (market cap) Pi Network kini mencapai $1,76 miliar, naik sekitar 6,1% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, volume perdagangan 24 jam justru turun 14,12% menjadi $42,32 juta, menandakan bahwa tekanan jual mulai berkurang meski aktivitas perdagangan sedikit menurun.

Saat ini, jumlah token yang beredar mencapai 8,26 miliar PI dari total maksimum 100 miliar PI. Dengan demikian, Fully Diluted Valuation (FDV) Pi Network diperkirakan mencapai $21,31 miliar, mencerminkan potensi valuasi penuh apabila seluruh token telah beredar di pasar.

Kritik dan Tuduhan Penipuan

Meski mengalami kenaikan harga, Pi Network masih menuai kontroversi. Proyek ini kerap dikritik karena minim transparansi dan kesulitan akses ke bursa besar, yang membuat banyak pengguna ragu terhadap kejelasan nilai dan masa depannya.

Sebuah akun X (Twitter) anonim bernama Whale Guru bahkan menyebut Pi Network sebagai “penipuan terbesar dalam sejarah kripto”, dengan menyoroti penurunan harga dari hampir $3 pada Februari menjadi hanya $0,20.

Selain itu, Ben Zhou, CEO Bybit, menegaskan bahwa pihaknya tidak berencana mencantumkan Pi Coin di platformnya. Ia merujuk pada peringatan dari kepolisian Tiongkok yang menilai proyek tersebut berisiko tinggi dan berpotensi menipu investor, khususnya kalangan lanjut usia.

Sejak peluncuran mainnet pada Februari 2025, Pi Network masih menghadapi tantangan besar dalam hal likuiditas dan adopsi pasar. Hingga kini, tidak ada bursa kripto besar yang mencantumkan koin ini, membuat perdagangannya terbatas pada pasar tidak resmi.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...