Home Tekno Harga Pi Network Melemah Rp3.767 per Koin, Komunitas Tetap Optimis di Tengah Fase Uji Coba Smart Contract
Tekno

Harga Pi Network Melemah Rp3.767 per Koin, Komunitas Tetap Optimis di Tengah Fase Uji Coba Smart Contract

Share
Pi Network
Harga Pi Network (PI) di Indonesia hari ini, 10 Oktober 2025, terpantau melemah ke kisaran Rp3.757 per PI, mengikuti tren koreksi di pasar crypto global.
Share

IKNPOS.ID – Harga kripto Pi Network (PI) di Indonesia pada Jumat, 10 Oktober 2025, terpantau melemah ke kisaran Rp3.757 per PI, sejalan dengan koreksi yang terjadi di pasar aset digital global.

Meski tekanan jual masih terasa kuat, antusiasme komunitas Pi Network tetap tinggi, terutama setelah kabar mengenai ekspansi global proyek Pi serta uji coba fitur smart contract di jaringan utama (mainnet) yang terus berlanjut.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi Pi Network untuk memperkuat ekosistemnya sebelum memasuki fase open mainnet, yang diharapkan mampu meningkatkan utilitas dan nilai jangka panjang token PI di masa mendatang.

Pergerakan Harga Pi Network Hari Ini

Berdasarkan data pasar kripto per 10 Oktober 2025, harga Pi Network (PI) turun 4,58% dalam 24 jam terakhir ke level $0,2260 atau sekitar Rp3.757 (mengacu kurs Rp16.620 per USD).

Sementara itu, kapitalisasi pasar Pi tercatat turun menjadi $1,86 miliar, namun volume perdagangan harian justru meningkat 4,01% menjadi $34,04 juta, menandakan aktivitas transaksi masih cukup tinggi di tengah tekanan harga.

Secara teknikal, grafik candlestick menunjukkan dominasi warna merah, yang mengindikasikan tekanan jual masih kuat, terutama pada sesi perdagangan malam hingga pagi hari. Walau sempat terjadi rebound singkat di pertengahan sesi, pergerakan PI kembali melemah menjelang siang.

Meski begitu, data dari CoinMarketCap menunjukkan 88% anggota komunitas Pi Network masih bersikap bullish, menandakan optimisme jangka panjang terhadap aset digital ini tetap terjaga.

Ekspansi Global Pi Network

Hingga kini, Pi Network telah hadir di lebih dari 200 negara, menjadikannya salah satu proyek kripto dengan jangkauan pengguna paling luas di dunia.

Popularitas ini didorong oleh konsep penambangan (mining) yang mudah diakses — hanya menggunakan ponsel tanpa memerlukan perangkat keras mahal seperti kebanyakan kripto lain.

Model ini membuka peluang bagi siapa pun untuk berpartisipasi dalam ekosistem blockchain, meningkatkan inklusi finansial digital secara global, dan mempercepat adopsi mata uang kripto di kalangan pengguna baru.

Share
Related Articles
Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...

Tekno

Gebrakan HP Murah, Tecno Pop X Meluncur dengan Fitur Walkie-Talkie dan Layar 120Hz

IKNPOS.ID - Tecno kembali memanaskan persaingan pasar ponsel pintar kelas bawah (entry-level) dengan...

Fitur Walkie-Talkie Tecno Pop X
Tekno

Tecno Pop X Resmi Meluncur: Bawa Fitur Walkie-Talkie Tanpa Internet dan Ella AI

IKNPOS.ID – Tecno kembali menggebrak pasar ponsel pintar kelas pemula dengan merilis...