Home Tekno Harga Pi Network Kisaran Rp 4.100 Per Koin, Ahli Sebut ‘Fase Tidur” Sebelum Meledak!
Tekno

Harga Pi Network Kisaran Rp 4.100 Per Koin, Ahli Sebut ‘Fase Tidur” Sebelum Meledak!

Share
Harga Pi Coin
Harga Pi Coin turun ke $0,26 setelah sempat mencapai $3. Analis menyebut ini bukan akhir, melainkan fase akumulasi menjelang kebangkitan. Versi 23 dan Pi DEX siap jadi katalis menuju $10. Foto:X
Share

Bukan Meme Coin, Pi Punya Arah Serius

Banyak pihak membandingkan Pi Coin dengan token hype seperti Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), atau PEPE. Namun, analis menegaskan bahwa perbandingan ini tidak tepat.

Meme coin bertumpu pada tren dan komunitas semata, tanpa teknologi atau utilitas yang kuat. Pi justru dibangun dengan visi berbeda: menciptakan blockchain mass adoption dengan dukungan lebih dari 50 juta pengguna aktif.

“Kenaikan harga Pi ke $3 dulu itu murni karena euforia. Tapi kali ini, kebangkitan Pi akan didorong oleh teknologi dan ekosistem, bukan sekadar hype,” ujar Dr. Pi. “Pi bukan taruhan jangka pendek, melainkan pondasi ekonomi digital masa depan.”

Fase Kebangkitan: Dua Bulan yang Menentukan

Analis melihat tanda-tanda bahwa Pi Network akan segera memasuki fase pemulihan besar. Pembaruan protocol versi 23, peluncuran Pi DEX, serta integrasi AMM (Automated Market Maker) disebut akan menjadi katalis utama yang memicu permintaan nyata atas Pi.

Selain itu, penyelenggaraan Pi Hackathon diharapkan menarik banyak pengembang untuk menciptakan aplikasi baru dalam ekosistem Pi. Aktivitas ini berpotensi membangun “flywheel” pertumbuhan di mana peningkatan jumlah dApps akan mendorong lebih banyak pengguna aktif dan volume transaksi.

Seiring semakin banyak pengguna menyelesaikan proses KYC dan migrasi, kepercayaan publik terhadap proyek ini juga diprediksi meningkat. Dalam pandangan Dr. Pi, jika semua agenda berjalan sesuai rencana, harga Pi bisa kembali ke atas $3 dalam waktu dekat dan melesat ke $10 pada akhir tahun.

Meski harga Pi Coin saat ini terpuruk, banyak analis percaya bahwa kondisi ini hanyalah fase transisi. Berbeda dengan token spekulatif lain, Pi memiliki fondasi komunitas dan visi jangka panjang yang kuat.

“Yang sabar akan menang,” tulis Dr. Pi. “Harga rendah ini bukan tanda kehancuran, tapi justru fondasi menuju ledakan besar berikutnya.”

Dengan peluncuran mainnet terbuka yang semakin dekat, investor kini menunggu apakah “Keajaiban Pi” benar-benar akan terjadi dalam dua bulan ke depan.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...