IKNPOS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Rispitawati menuturkan, sekarang ini total terdapat 180 SPPG yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.
Dari 180 SPPG itu lanjut Ani, saat ini masih proses sertifikasi.
“Kalau yang berbasis sertifikat belum ada ya. Sedang berproses semua. Semuanya sekarang sedang berproses,” kata Ani di Jakarta Utara dikutip Minggu, 5 Oktober 2025.
Ani mengungkapkan, Dinkes akan melakukan inpeksi ulang terhadap SPPG di Jakarta untuk menerbitkan SLHS.
Dinkes juga berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mempercepat proses penerbitan SLHS tersebut.
“Supaya mereka segera menyesuaikan dengan persyaratan SLHS, sehingga kita bisa menerbitkan SLHS-nya,” ucapnya.
Di sisi lain Ani menyebutkan, kasus keracunan MBG di Jakarta sudah terjadi di 10 lokasi.
Kata Ani, dari 10 lokasi tersebut ada sekitar 60 siswa yang keracunan MBG.
“Kejadian, kalau di Jakarta ada di 10 lokasi. Ada di 10 lokasi, tetapi sebenarnya siswa yang terdampak, yang sampai memerlukan perawatan kesehatan, di kita nggak terlalu banyak. Ada Sekitar 60-an dari seluruh lokasi. Jadi nggak yang sangat besar,” kata Ani.
Ani menuturkan, berdasarkan hasil uji laboratorium, keracunan MBG di Jakarta disebabkan adanya bakteri pada makanan.
Ani menegaskan, pihaknya belum mendapati adanya bahan kimia pada makanan.
“Kimia kita nggak ada ya, nggak ada. Semuanya bakteri,” pungkas Ani.
Cahyono (Disway)





















