4. Mengaduk Cat Terlalu Cepat
Percaya atau tidak, cara mengaduk cat juga bisa bikin hasilnya rusak!
Kalau cat diaduk dengan kecepatan tinggi, udara akan terperangkap di dalamnya dan membentuk gelembung kecil. Ketika diaplikasikan ke dinding, gelembung ini bisa muncul di permukaan dan merusak hasil akhir.
Solusi:
Aduk cat perlahan dengan kecepatan rendah, lalu diamkan sebentar sebelum digunakan agar udara yang terperangkap keluar sepenuhnya.
5. Mencampur Jenis Cat yang Berbeda
Salah satu kesalahan teknis yang sering dilakukan adalah mengecat cat berbasis air (lateks) di atas cat berbasis minyak (solvent) tanpa primer yang tepat.
Dua bahan ini tidak bisa menempel dengan baik, sehingga lapisan cat baru mudah mengelupas dan melepuh.
Solusi:
Jika ingin mengganti jenis cat, amplas dinding terlebih dahulu untuk menghilangkan lapisan lama, lalu aplikasikan cat dasar (primer) sebelum mulai mengecat ulang.
6. Terpapar Panas Berlebihan
Cat yang menggelembung bisa juga disebabkan karena kamu mengecat dinding yang terlalu panas, misalnya karena terpapar matahari langsung atau dekat sumber panas seperti oven dan kompor.
Saat permukaan terlalu panas, cat bagian luar mengering lebih cepat dari lapisan dalam. Uap dari lapisan bawah tidak bisa keluar, akhirnya membentuk gelembung.
Tips:
Hindari mengecat saat cuaca sangat panas atau sinar matahari menyorot langsung ke tembok. Lakukan pengecatan di pagi atau sore hari agar hasilnya lebih merata.
7. Permukaan Dinding Terpapar Minyak atau Bahan Kimia
Di area seperti dapur, dinding sering terkena uap minyak dan residu bahan kimia pembersih. Lapisan ini bisa jadi tidak terlihat, tapi cukup kuat untuk menghambat daya rekat cat.
Solusi:
Gunakan cairan pembersih yang mampu mengangkat lemak, lalu bilas dan keringkan hingga bersih sebelum mengecat.