Home Pendidikan Program Smartboard Miliaran Rupiah Terancam Jadi Pajangan? Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka Suara!
Pendidikan

Program Smartboard Miliaran Rupiah Terancam Jadi Pajangan? Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka Suara!

Share
kirim siswa ke Barak militer
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti no comment soal wacana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kirim siswa sulit dibina ke barak militer.Foto: IST
Share

IKNPOS.ID – Program digitalisasi pembelajaran yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memasuki tahap serius.

Salah satu wujudnya adalah pemberian interactive flat panel (IFP) atau yang lebih dikenal dengan smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Namun, muncul kekhawatiran publik bahwa smartboard hanya akan menjadi program mangkrak alat ada, tapi tak digunakan karena guru tidak siap atau infrastruktur sekolah belum mendukung.

Menjawab hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

“Jadi gurunya kami latih sehingga kekhawatiran IFP itu mangkrak sudah kami antisipasi dari awal,” kata Abdul Mu’ti saat kegiatan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) Ditjen GTKPG Kemendikdasmen dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Jakarta.

Pelatihan Guru Jadi Fokus Utama

Mu’ti menekankan bahwa distribusi smartboard tidak bisa dilepaskan dari kesiapan guru. Menurutnya, papan pintar hanya akan maksimal jika didampingi guru yang juga “pintar” dalam menggunakannya.

“Karena saya selalu menyampaikan smartboard itu harus disertai dengan smart teacher. Kalau board-nya smart, teacher-nya tidak smart, maka bisa semaput,” ujarnya sambil bercanda.

Oleh karena itu, setiap sekolah yang menerima smartboard akan mendapatkan program pelatihan guru. Dengan begitu, guru mampu memanfaatkan smartboard untuk mendukung proses belajar mengajar, bukan sekadar hiasan di ruang kelas.

Listrik Tenaga Surya dan Internet untuk Sekolah

Selain kesiapan guru, aspek teknis juga jadi perhatian. Masih ada sekolah di Indonesia yang belum memiliki listrik memadai. Untuk itu, Kemendikdasmen menyiapkan pembangunan listrik tenaga surya bagi sekolah penerima smartboard.

Tidak berhenti di situ, akses internet juga diperhatikan. Mu’ti memastikan kementeriannya bekerja sama dengan BAKTI Kominfo Digital (Komdigi) untuk membangun infrastruktur jaringan internet di sekolah penerima smartboard.

Dengan kombinasi listrik dan jaringan internet yang memadai, penggunaan smartboard diharapkan bisa berjalan lancar dan efektif.

Share
Related Articles
Kuliah Gratis 4 Tahun, Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa Khusus Warga Nusantara
Pendidikan

Kuliah Gratis 4 Tahun! Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa Khusus Warga Nusantara

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan...

institut teknologi kalimantan
Pendidikan

10 Jurusan Sepi Peminat di Institut Teknologi Kalimantan, Bisa Jadi Strategi Lolos UTBK SNBT 2026

IKNPOS.ID - Persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur tes nasional...

Pendidikan

Kemendikdasmen Gandeng TNI AD Bangun Kembali 267 Sekolah Rusak Akibat Bencana di Sumatera

Kemendikdasmen bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pembangunan kembali ratusan...

Otorita IKN Gandeng Raksasa Filantropi Demi Cetak Gen Z Super
Pendidikan

Otorita IKN Gandeng Raksasa Filantropi Demi Cetak Gen Z Super

IKNPOS.ID - Masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi hanya bicara...