Home Ragam Pertamina Perkuat Transisi Energi Hijau di SAFE 2025
Ragam

Pertamina Perkuat Transisi Energi Hijau di SAFE 2025

Share
Pertamina energi hijau
Pertamina menegaskan komitmen transisi energi hijau di ajang SAFE 2025, dengan strategi mengurangi impor, mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan, dan target Net Zero Emission.Foto:PErtamina
Share

Untuk sektor penerbangan, Pertamina juga tengah mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat terbang berbahan nabati. Menurutnya. Indonesia berpotensi menjadi Hub SAF di kawasan Asia.

Pertamina juga menargetkan pembangunan kilang hijau yang dapat memproduksi SAF hingga 100 persen, dan diharapkan menjadi pemasok utama SAF bagi negara lain.

“Salah satu bahan baku yang kami gunakan adalah minyak goreng bekas atau Used Cooking Oil (UCO), yang kemudian diproses di kilang Pertamina seperti Cilacap,” jelas Oki.

Pertamina juga terus mengembangkan biodiesel B40 berbasis minyak sawit. Serta mengembangkan renewable diesel yang lebih stabil dan bebas sulfur, sehingga bisa menjadi energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Lebih lanjut Oki mengatakan, Pertamina juga terus mengembangkan listrik hijau dari panas bumi (geothermal), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan biogas.
Kapasitas terpasang panas bumi Pertamina saat ini mencapai 727 MW, dan ditargetkan akan double capacity pada 2030.

“Dengan potensi 24–26 GW, Indonesia berpeluang menjadi negara terbesar penghasil panas bumi di dunia,” papar Oki.

Selain itu, Pertamina juga tengah menyiapkan proyek green hydrogen berbasis energi panas bumi melalui elektrolisis air. Di mana saat ini sudah terpetakan potensi klaster hidrogen di Sumatra, Sulawesi, dan Jawa.

Pertamina juga mengembangkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi dari operasi migas. Salah satu proyek potensial ada di Asri Basin, Laut Jawa, dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 1 gigaton.

Oki menegaskan, seluruh langkah ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi emisi global, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengurangi impor, membuka lapangan kerja, serta menciptakan ekosistem energi hijau di Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina berkomitmen mengembangkan energi hijau di Tanah Air untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan swasembada energi. Dengan berkembangnya energi alternatif ini, masyarakat memiliki beragam sumber energi untuk memenuhi kebutuhan mobilitasnya.

Share
Related Articles
Indosat Ikut 'Nyumbang' Pohon di IKN
Ragam

IKN Makin Hijau! Indosat Ikut ‘Nyumbang’ Pohon, Apa Dampaknya?

IKNPOS.ID - Indosat Ooredoo Hutchison menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota...

Ragam

2026, BTN Targetkan Biayai 20.000 Rumah Rendah Emisi dan Tingkatkan Pembiayaan Berkelanjutan

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berharap dapat mendukung...

Nia Ramadani dan Ardi Bakrie
Ragam

Asisten Nia Ramadhani Tegaskan Perpisahan dengan Ardi Bakrie Hoaks

iknpos.id  - Jagat media sosial baru-baru ini diguncang oleh rumor miring yang...

BTN
Ragam

BTN Terima Kunjungan Puteri Indonesia, Diskusikan Pemberdayaan Perempuan dan Isu Keberlanjutan

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjajaki sinergi melalui dialog...