Home Tekno Menengok Kembali Sejarah Lahirnya Pi Network, dari Stanford Menuju Revolusi Digital dan Web3
Tekno

Menengok Kembali Sejarah Lahirnya Pi Network, dari Stanford Menuju Revolusi Digital dan Web3

Share
sejarah pi network
Pi Network, lahir dari visi Stanford, hadir sebagai jembatan ekonomi digital baru. Dengan lebih dari 60 juta pengguna, Pi Network menjanjikan revolusi Web3 yang inklusif dan ramah lingkungan.Foto:X@Makiti
Share

Dari Stanford Menuju Visi Global

IKNPOS.ID – Pi Network tidak lagi hanya sekadar proyek kripto biasa. Dilahirkan dari inovasi di Stanford University melalui dua pendirinya, Nicolas Kokkalis dan Chengdiao Fan, Pi Network membawa narasi besar tentang demokratisasi ekonomi digital.

Dengan visi melampaui batas geografis, mereka ingin menjadikan teknologi blockchain sebagai sarana pemberdayaan manusia, bukan sekadar instrumen spekulasi.

Sejak diumumkan, Pi Network berkembang menjadi gerakan global dengan lebih dari 60 juta pengguna. Hal ini menjadikannya salah satu komunitas blockchain terbesar di dunia, bahkan sebelum meluncurkan Mainnet resminya di 2025.

Filosofi di Balik Teknologi

Pi Network hadir dengan konsep berbeda dari kebanyakan mata uang digital. Alih-alih mengandalkan perangkat keras dengan konsumsi energi tinggi, Pi mengizinkan penambangan langsung melalui smartphone. Pendekatan ini menghadirkan dua keunggulan utama: inklusivitas dan keberlanjutan.

Di saat kripto lain sering dikritik karena boros energi, Pi menawarkan sistem ramah lingkungan yang tidak membebani sumber daya bumi. Dengan demikian, Pi Network tidak hanya bicara soal teknologi, tetapi juga filosofi baru tentang ekonomi berkelanjutan.

Mainnet 2025: Jantung Ekonomi Baru

Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan diluncurkannya Mainnet Pi Network. Mainnet ini disebut sebagai “jantung ekonomi baru” karena memungkinkan transaksi nyata antar pengguna lintas negara.

Bayangkan seorang petani di pelosok bisa langsung berdagang dengan konsumen di kota besar melalui jaringan Pi, tanpa perantara rumit atau biaya tinggi.

Kehadiran Mainnet ini menegaskan bahwa Pi bukan lagi sekadar proyek komunitas, melainkan ekosistem nyata yang siap bersaing dengan pemain besar Web3.

Ekonomi Berbasis Komunitas

Lebih dari sekadar instrumen finansial, Pi Network memposisikan dirinya sebagai gerakan sosial digital. Nilai yang diusung bukan hanya uang, tetapi juga kepercayaan, keterlibatan, dan rasa kebersamaan. Inilah yang membedakan Pi dari kebanyakan proyek blockchain lain yang berorientasi murni pada keuntungan finansial.

Share
Related Articles
Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...

Tekno

Redmi Note 15 SE Segera Meluncur dengan Desain Layar Melengkung

IKNPOS.ID - Xiaomi dipastikan akan menambah lini seri Note 15 di India...

Tekno

Keren Banget! Redmi K100 Pro Max Dikabarkan Bakal Dilengkapi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

IKNPOS.ID - Xiaomi diperkirakan akan memperkenalkan lini Redmi K100 pada Oktober 2026,...