Serangan di Doha: Titik Balik Konflik
Serangan udara Israel ke Doha menjadi momen yang menggemparkan. Qatar menegaskan bahwa serangan itu adalah “terorisme negara” dan melanggar hukum internasional.
Meski Israel berdalih menargetkan pemimpin Hamas, Qatar menyebut bahwa serangan ini menargetkan proses diplomasi yang tengah berlangsung.
Kelompok Hamas sendiri menyatakan para pemimpin mereka selamat dari serangan tersebut. Namun, insiden itu telah memicu gelombang kemarahan dunia Arab dan memperdalam konflik di kawasan.
Respons Dunia Internasional
Kecaman terhadap Israel tak hanya datang dari dunia Arab dan Islam, tetapi juga dari anggota Dewan Keamanan PBB.
Bahkan, Amerika Serikat—sekutu dekat Israel sekaligus Qatar—turut menyuarakan kekhawatiran. Presiden AS Donald Trump memberikan jaminan kepada Sheikh Tamim bahwa serangan semacam itu tidak akan terulang.
Namun, Netanyahu justru mengancam akan kembali menyerang jika Qatar tidak mengusir pemimpin Hamas.
Dalam pertemuan dengan Menlu AS Marco Rubio, ia menegaskan bahwa Israel akan mengejar Hamas “di mana pun mereka berada.”
KTT Arab-Islam: Soliditas Dunia Islam
Pertemuan luar biasa yang digelar di Doha ini menghasilkan sejumlah poin penting:
-
Mengutuk agresi Israel sebagai ancaman terhadap perdamaian global.
-
Mendorong evaluasi keanggotaan Israel di PBB karena pelanggaran berulang terhadap hukum internasional.
-
Mengaktifkan mekanisme pertahanan bersama Dewan Kerjasama Teluk (GCC).
-
Meminta akuntabilitas internasional agar Israel bertanggung jawab atas tindakan militernya.
Para pemimpin OKI sepakat bahwa agresi Israel tidak hanya mengancam Palestina, tetapi juga stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.