Catatan Dahlan Iskan

Demi Rakyat

Share
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan parade militer Tiongkok di sebelah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.--
Share

Perang Tiongkok-Jepang sendiri kali pertama meletus di Beiping –sekarang disebut Beijing. Tahun 1937. Malam itu tentara Jepang sedang latihan di Wanping, satu kecamatan pinggiran Beiping. Di dekat Jembatan Marcopolo.

Di latihan malam itu Jepang merasa: salah satu tentaranya hilang. Diculik pejuang Tiongkok. Maka meletuslah perang. Berkepanjangan.

Korban tewas di seluruh Tiongkok mencapai 35 juta orang. Terbanyak di Nanjing. Kekejaman Jepang di Nanjing sangat membekas di seluruh rakyat Tiongkok.

Insiden di jembatan Marcopolo itu juga menjadi simbol keberanian pejuang Tiongkok. Disebut Marcopolo karena pelancong Italia yang Anda sudah kenal itu pernah ke jembatan tersebut dan menulis tentang keindahannya.

Di Taiwan kemenangan Tiongkok itu juga diperingati. Setiap tahun. Bahkan kemenangan itu dijadikan dasar bahwa Taiwan berhak memerintah kembali seluruh Tiongkok.

Dasarnya: saat kemenangan itu terjadi yang berkuasa di Tiongkok adalah partai Kuomintang dengan Chiang Kai-shek sebagai ketuanya.

Setelah Tiongkok menang perang terjadilah perang sipil: Koumintangnya Chiang Kai-shek lawan Komunisnya Mao Zedong. Chiang Kai Shek kalah.

Lari ke Chongqing. Dikejar. Lari lagi ke Chengdu. Dikejar. Terakhir lari ke Taipei –di pulau seberang laut. Tentara Mao Zedong tidak bisa lagi mengejarnya. Chiang Kai Shek mendirikan pemerintah Tiongkok di Taiwan. Tiongkok sendiri sudah dikuasai Mao.

Kini Tiongkok sudah merasa mampu mengejar Chiang Kai-shek, pun sampai ke Taiwan –meski tokoh itu sudah lama meninggal. Tiongkok ingin Taiwan kembali ke satu China –kalau perlu dengan cara kekerasan.

Peringatan 3 September di Taiwan tidak semeriah di Beijing. Kian tahun kian sederhana. Kian biasa-biasa saja. Cukup dengan meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan. Atau memberikan penghargaan kepada para veteran.

Sebaliknya di Beijing. Peringatan kemenangan dirayakan dengan sangat heroik. Selalu membuat Jepang malu. Kekejamannya diungkap tiada henti.

Di Taipei, ketika investor Jepang membanjir masuk Taiwan peringatan ”mengalahkan” Jepang itu dilangsungkan dengan nada menjaga perasaan Jepang.

Share
Related Articles
Mata Lasik
Catatan Dahlan Iskan

Mata Lasik

Oleh: Dahlan Iskan Di kursi belakang mobil Noah ini juga ada satu...

Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Oleh: Dahlan Iskan "Nisa masuk rumah sakit," ujar wanita muda itu saat...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisien

Oleh: Dahlan Iskan Justru saya yang mereka sebut sebagai petir. Yakni saat...

Lebaran Rezeki
Catatan Dahlan Iskan

Lebaran Rezeki

Tidak habis-habisnya saya minta maaf di sepanjang jalan. Tamu-tamu saya itu tidak...