Home Tekno 7 Negara Paling Ramah Pajak Kripto 2025, Surga Investor Bitcoin dan Ethereum
Tekno

7 Negara Paling Ramah Pajak Kripto 2025, Surga Investor Bitcoin dan Ethereum

Share
Tahun 2025 menjadi momentum emas bagi Pi Network untuk unjuk gigi di panggung kripto global. Saat DOGE, SHIB, dan PEPE bernostalgia, Pi justru bersiap melesat!Foto:X
Share

4. Uni Emirat Arab (UEA) – Surga Pajak Kripto Global

UEA, khususnya Dubai dan Abu Dhabi, menjadi magnet utama bagi pemilik kripto dan digital nomad.

Tidak ada pajak penghasilan individu, hanya VAT 5% untuk beberapa transaksi, serta corporate tax untuk perusahaan.

Kesimpulan: Salah satu negara paling ramah pajak di dunia, sangat menarik bagi nomad kripto.

5. Portugal – Bebas untuk Holding, Pajak 28% untuk Trading Singkat

Portugal sempat dijuluki sebagai “surga kripto Eropa”. Namun sejak 2023, pemerintah memberlakukan pajak 28% untuk keuntungan dari penjualan kripto yang dipegang kurang dari setahun.

Jika lebih dari 365 hari, keuntungan tetap bebas pajak.

Kesimpulan: Ramah bagi investor jangka panjang, tapi kurang menarik untuk trader aktif.

6. Swiss – Tanpa Pajak Capital Gains, Tapi Ada Wealth Tax

Swiss dikenal sebagai pusat keuangan dunia dengan reputasi stabil. Investor individu tidak dikenakan pajak capital gains.

Namun, aset kripto tetap dihitung dalam wealth tax (pajak kekayaan) yang berlaku di tiap kanton.

Kesimpulan: Ideal untuk mereka yang ingin keamanan hukum dan reputasi internasional.

7. El Salvador – Eksperimen Pajak 0%

El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai legal tender. Pada 2024, pemerintah menghapus pajak penghasilan untuk investasi asing hingga 0%.

Langkah ini dianggap strategi jitu untuk menarik modal jangka panjang ke negaranya.

Kesimpulan: Eksperimen berani yang bisa menjadi magnet bagi investor global, terutama komunitas Bitcoin.

Prediksi Tren Pajak Kripto 2025–2026

  • Holder jangka panjang → diuntungkan di Jerman, Portugal, Swiss.

  • Trader aktif → lebih nyaman di Singapura, Hong Kong.

  • Digital nomad → memilih UEA atau El Salvador karena fleksibilitas pajak dan regulasi ramah.

Arah global menunjukkan dua kubu besar:

  1. Negara ketat: fokus pada kontrol pajak & regulasi.

  2. Negara pro-inovasi: menurunkan hambatan pajak demi menarik modal asing.

Share
Related Articles
Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...

Tekno

Redmi Note 15 SE Segera Meluncur dengan Desain Layar Melengkung

IKNPOS.ID - Xiaomi dipastikan akan menambah lini seri Note 15 di India...

Tekno

Keren Banget! Redmi K100 Pro Max Dikabarkan Bakal Dilengkapi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

IKNPOS.ID - Xiaomi diperkirakan akan memperkenalkan lini Redmi K100 pada Oktober 2026,...