Pada kasus infeksi masif seperti yang dialami Raya, cacing dewasa dalam jumlah sangat banyak dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penyumbatan total usus (ileus obstruktif), radang usus buntu, hingga migrasi cacing ke saluran empedu, pankreas, bahkan keluar melalui mulut atau hidung.
Penanganan dan Proses Penyembuhan
Penanganan standar untuk askariasis sebenarnya cukup sederhana dan efektif jika dilakukan sejak dini.
“Pengobatan utama adalah dengan pemberian obat antelmintik atau obat cacing seperti Albendazole atau Mebendazole,” ucap dr. Robiatul Adawiyah, M.Biomed, Sp.Park(K) saat dihubungi Disway.id, Kamis 21 Agustus 2025.
“Obat ini bekerja dengan melumpuhkan dan membunuh cacing dewasa, yang kemudian akan keluar bersama tinja. Pengobatan biasanya berlangsung selama 1-3 hari dan sangat efektif,” tambahnya.
Namun, pada kasus dengan komplikasi berat seperti penyumbatan usus, tindakan bedah mungkin diperlukan untuk mengangkat gumpalan cacing secara fisik.
Proses penyembuhan pasca-pengobatan sangat bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kondisi gizi anak.
Setelah cacing berhasil dihilangkan, fokus utama adalah pada perbaikan status gizi dan pencegahan infeksi berulang. Pemberian suplemen vitamin dan makanan bergizi tinggi sangat penting untuk memulihkan kondisi anak dan mendukung tumbuh kembangnya yang mungkin terhambat.
Pencegahan adalah Kunci
Kasus tragis Raya menjadi pengingat keras bahwa pencegahan adalah langkah paling krusial. Ahli kesehatan masyarakat menekankan pentingnya intervensi berlapis:
* Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak, untuk rutin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar.
* Perbaikan Sanitasi Dasar: Memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap jamban sehat dan air bersih.
* Penggunaan Alas Kaki: Mencegah kontak langsung kulit dengan tanah yang berisiko terkontaminasi.
* Program Pemberian Obat Cacing (POPC): Program pemerintah yang menyasar anak-anak usia prasekolah dan sekolah dasar dengan pemberian obat cacing rutin setiap enam bulan sekali harus terus digalakkan dan dipastikan menjangkau semua lapisan masyarakat. (Hasyim Ashari)
- anak meninggal karena tidak punya BPJS kesehatan
- bahaya cacingan pada anak kecil
- cacing keluar dari hidung anak
- faktor risiko cacingan karena sanitasi buruk
- gejala cacingan yang berbahaya
- infeksi cacing gelang Ascaris lumbricoides
- kasus bocah Sukabumi cacingan
- kasus cacingan ekstrem di Indonesia
- kemiskinan dan akses kesehatan di Sukabumi
- komplikasi cacingan menyerang paru-paru dan otak
- obat cacing untuk anak menurut dokter
- pencegahan cacingan pada anak usia dini
- penjelasan dokter parasitologi soal cacingan
- pentingnya sanitasi dan gizi untuk cegah cacingan
- tragedi bocah 4 tahun meninggal karena cacing gelang







