Home Tekno Terungkap! Pi Network Bakal Luncurkan Proyek Raksasa di Akhir 2025, Ini Bocorannya!
Tekno

Terungkap! Pi Network Bakal Luncurkan Proyek Raksasa di Akhir 2025, Ini Bocorannya!

Share
Open Mainnet Pi
Open Mainnet Pi membuka peluang besar, manfaat nyata bagi pengguna, developer, dan ekosistem.Foto: X
Share

IKNPOS.ID – Euforia menyelimuti jutaan pengguna Pi Network di seluruh dunia ketika platform berbasis blockchain ini resmi meluncurkan open mainnet.

Banyak yang berharap momen ini menjadi titik balik harga Pi Coin untuk meroket hingga $10 per koin.

Namun, di balik optimisme tersebut, ada realita pahit yang mesti dihadapi terkait mekanisme konsensus, pasokan koin, dan dinamika pasar.

Cara Kerja Konsensus Pi Network yang Unik dan Ramah Lingkungan

Berbeda dengan Bitcoin yang terkenal rakus energi karena proses mining-nya, Pi Network mengandalkan metode ringan berbasis Stellar Consensus Protocol (SCP).

Pengguna tidak “menambang” dengan perangkat keras mahal, melainkan membentuk Security Circle untuk memvalidasi transaksi. Sistem ini diklaim lebih eco-friendly dan efisien.

Lewat pendekatan ini, Pi Network sukses menciptakan suplai besar mencapai 100 miliar koin, dengan 80% dialokasikan untuk komunitas. Inilah yang membuat Pi menjadi proyek kripto dengan basis pengguna terbesar saat ini.

Harga Pi Coin $10, Mungkinkah? Begini Hitungan Matematika Kasarnya

Sekilas, target harga $10 per Pi Coin memang terdengar menggiurkan. Namun, dengan sekitar 7,4 miliar koin yang sudah beredar, harga tersebut akan memaksa kapitalisasi pasar Pi Network mencapai $74 miliar setara dengan posisi raksasa kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

Permasalahan utama adalah: semakin banyak koin yang ter-unlock dari program reward, pasokan Pi Coin yang membanjiri pasar justru bisa menekan harga jatuh.

Artinya, harapan harga tinggi akan berbenturan langsung dengan realita mekanisme ekonomi token (tokenomics).

Kontroversi dan Kenyataan Pasar yang Harus Dihadapi Pi Network

Pasca peluncuran mainnet, harga Pi sempat melonjak sebentar sebelum anjlok hingga 84%. Beberapa isu yang memicu kekhawatiran investor dan pengamat di antaranya:

  • Kurangnya transparansi dalam roadmap dan pengelolaan proyek.
  • Kontrol terpusat oleh tim inti yang dinilai bertolak belakang dengan prinsip desentralisasi.
  • Fitur yang sering tertunda dan referral system yang menyerupai skema MLM.
  • Kebijakan KYC wajib yang menuai pro-kontra karena dikhawatirkan menyangkut privasi data.

Lebih dari itu, regulasi pemerintah di berbagai negara menjadi potensi ancaman besar yang bisa memengaruhi keberlangsungan Pi Network di masa depan.

Kekuatan dan Risiko dari Komunitas Pi Network yang Masif

Keunggulan terbesar Pi Network adalah komunitas globalnya yang mencapai 65 juta pengguna aktif. Ini menjadi kekuatan luar biasa dalam mendorong adopsi grassroots, contohnya melalui gerakan “PiFest” di berbagai negara.

Share
Related Articles
Samsung Galaxy A07 5G
Tekno

Diam-Diam Mengejutkan! HP Samsung Galaxy A07 5G Dikenalkan, Ponsel 2 Jutaan dengan Spek Premium

IKNPOS.ID - Samsung baru saja membuat kejutan besar di awal tahun 2026....

Tekno

Krisis RAM PC 2026: Mengapa Harga Memori Makin Mahal

IKNPOS.ID - Industri perangkat keras komputer menghadapi krisis RAM PC 2026 yang...

Tekno

Rumor Harga Steam Machine, Mulai dari Rp16,9 juta

IKNPOS.ID - Valve kembali menjadi sorotan setelah munculnya rumor terkait harga terbaru...

Tekno

Spesifikasi Clicks Communicator, Ponsel Android Rasa BlackBerry

IKNPOS.ID - Clicks Communicator adalah ponsel Android yang menghadirkan pengalaman mengetik fisik...