Stablecoin seperti Sidra membuka pintu bagi investor yang sebelumnya tersisih karena kendala kepatuhan agama, sekaligus memperluas pasar potensial bursa kripto ke wilayah yang belum tergarap.
Menjembatani Keuangan Tradisional dan Digital
Adopsi Sidra oleh bursa utama akan menjadi tonggak sejarah yang menjembatani keuangan Islam tradisional dengan inovasi aset digital modern. Menurut Rafiq Mahmud, analis di Global Markets Insight, “Pencantuman stablecoin halal di bursa tier satu akan menjadi pengubah permainan bagi kripto dan keuangan Islam, meningkatkan kepercayaan investor sekaligus legitimasi regulasi.”
Langkah ini diperkirakan akan memicu gelombang proyek serupa, mulai dari platform DeFi syariah, layanan staking halal, hingga marketplace NFT berbasis etika.
Pengawasan dan Transparansi Maksimal
Sidra menonjol berkat komitmen pada transparansi dan audit syariah rutin yang dilakukan ulama serta lembaga independen. Semua aset cadangan dapat diverifikasi publik, dan operasionalnya sesuai standar Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI).
Pendekatan ini telah membangun kepercayaan di kalangan pengguna dan mitra institusional. Jika kemitraan dengan bursa tier satu terwujud, kemungkinan besar bursa besar lain akan mengikuti langkah serupa.
Kebangkitan Sidra mencerminkan perubahan budaya dan ekonomi menuju inklusivitas, investasi etis, dan partisipasi global. Dengan pengumuman resmi yang segera datang, dunia kripto tengah menanti apakah Sidra akan memicu era baru keuangan digital yang halal, transparan, dan berkelanjutan.






















