Home News Prabowo Tak Singgung IKN di Nota Keuangan APBN 2026, Sinyal Politik atau Strategi Senyap?
News

Prabowo Tak Singgung IKN di Nota Keuangan APBN 2026, Sinyal Politik atau Strategi Senyap?

Share
Share

IKNPOS.ID – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2026 menimbulkan pertanyaan publik.

Pasalnya, dalam pidato tersebut, Presiden tidak menyinggung soal alokasi anggaran untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meski begitu, pihak Istana memastikan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi.

“IKN lanjut. IKN lanjut, sebagaimana sudah diutuskan oleh Bapak Presiden bahwa pembangunan IKN akan dilanjutkan,” ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Pembangunan IKN Tetap Berjalan, Basuki Diberi Target 3 Tahun

Prasetyo menegaskan bahwa Presiden telah memberikan mandat kepada Basuki Hadimuljono, selaku Kepala Otorita IKN, untuk menyelesaikan perangkat utama IKN dalam waktu tiga tahun ke depan.

Target tersebut meliputi pembangunan infrastruktur yang memungkinkan IKN bisa berfungsi penuh sebagai pusat pemerintahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Jadi tidak ada masalah dengan IKN. Lanjut terus,” tambah Prasetyo.

Keyword: pembangunan IKN, anggaran IKN 2026, ibu kota baru Indonesia

Rincian Nota Keuangan APBN 2026: Anggaran Capai Rp 3.786,5 Triliun

Dalam pidatonya di DPR, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa belanja negara tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 3.786,5 triliun. Sementara pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.147,7 triliun.

Dengan demikian, defisit APBN 2026 diperkirakan berada di angka Rp 638,8 triliun, atau setara dengan 2,48 persen PDB.

Defisit ini akan ditopang oleh pembiayaan yang disebut Presiden sebagai prudent, inovatif, dan berkelanjutan (sustainable).

Delapan Agenda Prioritas Pemerintah Tahun 2026

Meski tak menyebut IKN, Presiden menekankan ada delapan agenda prioritas nasional yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2026:

  1. Ketahanan pangan

    • Rp 164,4 triliun untuk lumbung & cadangan pangan.

    • Rp 53,3 triliun untuk subsidi pupuk (9,62 juta ton).

    • Rp 22,7 triliun untuk dukungan Bulog.

  2. Ketahanan energi

Share
Related Articles
perusahaan beras curang
News

Airlangga Pastikan Stok Beras Aman, Bansos 10 Kg Siap Disalurkan ke 35 Juta Keluarga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan ketersediaan beras nasional tetap terjaga...

News

Pemerintah Gelontorkan Rp911,16 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik Lebaran 2026

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa potongan tarif transportasi guna menyambut arus mudik...

News

BPKH Siapkan 60 Bus Eksekutif untuk 2.700 Peserta Balik Kerja 2026, Simak Jadwal, dan Link Daftarnya

BPKH kembali menghadirkan program angkutan arus balik Lebaran gratis untuk keempat kalinya...

News

Siap-Siap Pulang Kampung! Mudik Gratis Kapal Laut Lebaran 2026 Dibuka: Cek Rute ASDP & Jadwal PELNI

IKNPOS.ID - Kabar gembira bagi Anda yang sudah merencanakan pulang kampung! Program...