Home Tekno Pi Network Tuai Kritik, Token Lockup Dinilai Bunuh Ekosistem
Tekno

Pi Network Tuai Kritik, Token Lockup Dinilai Bunuh Ekosistem

Share
Harga Pi Network
Harga Pi Network, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Gelombang kritik kembali menghantam Pi Network setelah kebijakan lockup token dianggap memperburuk kondisi ekosistem. Komunitas yang dulu antusias kini mulai mempertanyakan arah proyek, terutama setelah harga PI Coin terus mengalami penurunan tajam sejak akhir Juli 2025.

Banyak pengguna merasa bahwa sistem lockup hanya menguntungkan sebagian kecil pihak, sementara mayoritas pionir justru kehilangan akses dan potensi keuntungan dari token yang sudah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.

Kebijakan Lockup Sukarela Menjadi Kontroversi

Tim Pi Network menyampaikan bahwa lockup token bersifat sukarela, dengan iming-iming peningkatan tingkat penambangan. Sistem ini berlaku sebelum dan sesudah proses migrasi, dan ditujukan untuk menciptakan ekosistem yang lebih stabil.

Namun komunitas menilai narasi tersebut tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini. Harga token PI justru terus turun, dan pengguna merasa terjebak dalam sistem yang membatasi akses terhadap aset mereka sendiri.

Beberapa pengguna bahkan menyebut sistem lockup ini sebagai jebakan yang memperpanjang penantian tanpa hasil nyata.

Harga PI Coin Anjlok di Tengah Ketidakpastian

Per 2 Agustus 2025, harga PI Coin turun dari 0,46 dolar menjadi sekitar 0,35 dolar hanya dalam lima hari. Penurunan ini terjadi setelah pengumuman tentang jadwal unlock besar-besaran yang akan berlangsung hingga akhir tahun.

Dari Agustus hingga Desember, lebih dari 700 juta token PI diprediksi akan masuk pasar. Banyak pihak menilai bahwa tanpa kontrol distribusi yang ketat, pasokan besar tersebut bisa terus menekan harga.

Pengguna yang telah menambang sejak awal pun semakin pesimistis, karena nilai token yang mereka pegang semakin tidak sebanding dengan waktu yang diinvestasikan.

Komunitas Merasa Tidak Dihargai

Di berbagai grup dan forum, muncul keluhan soal bagaimana pionir lama justru tidak mendapatkan perlakuan istimewa. Meskipun telah berkontribusi sejak awal, mereka tetap dibatasi aksesnya dengan sistem lockup yang berlapis.

Komentar kritis bermunculan setiap hari. Banyak yang menilai bahwa Pi Network lebih fokus pada narasi pertumbuhan komunitas, tetapi mengabaikan janji untuk menciptakan nilai nyata bagi pengguna awal.

Rasa frustasi ini meningkat karena hingga saat ini, PI Coin belum tersedia di bursa resmi global dengan volume likuiditas yang jelas.

Share
Related Articles
Tekno

Layak Ditunggu! Oppo A6s Akan Rilis di Indonesia, Punya Fitur Fotografi dalam Air

IKNPOS.ID - Oppo Indonesia akan meluncurkan Oppo A6s di Tanah Air pada...

Tekno

Keren! Galaxy S26+ Dilengkapi Tiga Fitur Baru Pendukung Foto dan Video

IKNPOS.ID - Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26 yang mencakup Galaxy S26,...

Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...